Bukan Dokter, Kenapa Bill Gates Terus Bahas Corona? - Halaman 2

Bukan Dokter, Kenapa Bill Gates Terus Bahas Corona?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Senin, 30 Nov 2020 16:15 WIB
Bill Gates masuk terkaya dunia
Bill Gates. Foto: Reuters

Ingin Pastikan Ada 7 Miliar Vaksin

Mei silam, Bill Gates menyebut alam rangka menghentikan pandemi Corona, vaksin yang manjur perlu tersedia untuk hampir setiap orang di Bumi. "Kita perlu membuat dan mendistribusikan sedikitnya 7 miliar dosis vaksin. Untuk menghentikan pandemi, kita perlu membuat vaksin yang tersedia untuk hampir setiap orang di planet ini," tulisnya.

"Apa yang bisa kita lakukan sekarang adalah membangun pabrik vaksin berbeda untuk persiapan. Tiap vaksin membutuhkan pabrik berbeda. Kita harus siap dengan fasilitas yang bisa membuat tiap tipe, sehingga kita bisa memulai pembuatan vaksin final segera saat kita bisa," cetusnya.

"Hal ini membutuhkan dana miliaran dolar. Pemerintah harus dengan cepat menemukan mekanisme untuk membuat pendanaannya tersedia," sambung sang pendiri Microsoft, menambahkan bahwa yayasannya bekerja dengan pemerintah sampai WHO untuk menemukan solusinya.

"Salah satu fokus diskusi adalah kapan seseorang akan mendapat vaksin. Realitasnya tak semua bisa divaksin di saat yang sama. Butuh berbulan-bulan, bahkan tahunan untuk membuat 7 miliar dosis atau mungkin 14 miliar jika multi dosis," papar Gates.

Kebanyakan orang sepakat tahap pertama vaksin diberikan pada pekerja kesehatan. Kemudian Gates mengusulkan vaksin disebar ke negara berpendapatan rendah karena warga di sana berisiko tinggi jika kena COVID-19.

Warga di negara-negara itu mungkin kesulitan menerapkan social distancing dan juga banyak yang punya masalah kesehatan bawaan. "Membuat vaksin tersedia di negara-negara berpenghasilan rendah bisa menyelamatkan jutaan nyawa," sebutnya lagi.

"Pada akhirnya kita harus memperbesar skala sehingga vaksin tersedia untuk setiap orang. Dan kemudian, kita akan bisa kembali ke kondisi normal dan harapannya dapat membuat keputusan yang mencegah kita berada di situasi seperti ini lagi," tulisnya.

(fyk/rns)