Siap-siap, Planet Jupiter dan Saturnus Akan 'Bersatu'

Siap-siap, Planet Jupiter dan Saturnus Akan 'Bersatu'

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 26 Nov 2020 08:43 WIB
Jupiter dan Saturnus
Planet Jupiter dan Saturnus. Foto: istimewa
Jakarta -

Dua planet terbesar di Tata Surya kita, Jupiter dan Saturnus, akan terkesan berada dalam posisi sangat dekat dari Bumi pada bulan Desember. Fenomena ini belum pernah terjadi lagi dalam masa 800 tahun atau sejak zaman pertengahan.

Peristiwa ini akan terjadi pada 22 Desember waktu Indonesia barat. Di situsnya, Lapan (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) menyebut bahwa konjungsi Jupiter dan Saturnus akan terjadi pada 22 Desember 2020 pukul 01.18 WIB.

"Akan tetapi, karena kedua planet raksasa ini sama-sama berada di bawah ufuk, maka fenomena ini dapat disaksikan pada malam sebelumnya, yaitu 21 Desember 2020 pukul 18.30 WIB," sebut Lapan.

Saking dekatnya, kedua planet seakan bersatu di langit. "Sejajarnya kedua planet cukup langka, muncul sekitar 20 tahun sekali, tapi kali ini lebih langka lagi karena betapa tampak dekatnya kedua planet ini," kata Patrick Hartigan, astronom di Rice University yang dikutip detikINET dari Sci Tech Daily.

"Pada jarak terdekat di 21 Desember, Jupiter dan Saturnus akan terlihat seperti planet dobel, terpisahkan hanya seperlima diameter Bulan purnama. Bagi yang melihat dengan teelskop, kedua planet dan beberapa bulannya yang terbesar akan terlihat di area yang sama," papar dia.

Area terbaik untuk melihat pemandangan ini adalah di dekat garis ekuator atau khatulistiwa dan dapat disaksikan dengan mata telanjang dan akan lebih baik jika memakai teleskop atau teropong. Yang tidak berada di dekat ekuator pun tak perlu kecewa karena pada dasarnya, fenomena ini dapat disaksikan di wilayah manapun di Bumi.

"Dengan mata telanjang, planet itu akan tampak di kesan pertama bersinar sebagai satu planet, tapi studi lebih dekat akan mengungkap hal berbeda. Melalui teropong, pengamat akan dengan mudah melihat Jupiter dan Saturnus terpisah di sudut pandang yang sama," tulis Skyatnightmagazine.

Hartigan menyebut duo planet itu akan tampak rendah di langit barat selama sekitar satu jam setelah Matahari terbenam tiap malam pada waktu tersebut. "Semakin jauh ke utara, semakin sedikit waktu mereka untuk melihat konjungsi sebelum planet tenggelam di bawah cakrawala," tutupnya.

Sepertinya, fenomena Jupiter dan Saturnus seakan bersatu ini sayang untuk dilewatkan. Sebab, kedua planet tidak akan tampak lagi sedekat ini sampai 15 Maret 2080 dan kemudian pada sekitar tahun 2400.



Simak Video "Mengungkap Fakta Saturnus yang Malam Ini Ada di Balik Bulan"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)