Deretan Harga Batu Meteor Dunia, Bisa Lebih dari Rp 200 Juta

Deretan Harga Batu Meteor Dunia, Bisa Lebih dari Rp 200 Juta

Rosmha Widiyani - detikInet
Jumat, 20 Nov 2020 16:52 WIB
Kisah Josua Hutagalung, penemu batu meteor asal Sumatera Utara: Saya jual Rp200 juta, ternyata harganya Rp26 miliar
Foto: BBC Magazine/Deretan Harga Batu Meteor Dunia, Bisa Lebih dari Rp 200 Juta
Jakarta -

Batu meteor yang jatuh di bumi selalu menarik perhatian masyarakat karena indah dan langka. Keindahan benda langit ini mampu menarik minat kolektor untuk mengoleksi, menjual, dan membelinya.

Dikutip dari Geology, ilmuwan meteorit Harvey H Nininger asal Amerika Serikat membuka Meteorite Museum di Arizona pada 1946. Dia merupakan orang pertama yang menawarkan spesimen batu meteor untuk dijual ke publik.

Selain Nininger, sejumlah kolektor yang sangat antusias pada 1970-1980 mengubah batu meteor menjadi bisnis yang sah. Mereka adalah Robert Haag, Allan Langheinrich, Marvin Kilgore, Blaine Reed dan Edwin Thompson.

Sejak saat itu, minat dan penjualan atas batu meteor terus meningkat dari seluruh dunia. Batu meteor bisa terjual dengan harga yang dianggap terjangkau hingga sangat mahal. Geology merangkum lima harga batu meteor yang sempat terjual dengan harga fantastis.

Batu meteor dunia dalam harga:

1. Batu meteor asal Afrika

Batu meteor dari wilayah Gao-Guenie ini jatuh di Burkina Faso, Afrika, pada 5 Maret 1960. Salah satu batu meteor terbesar dan kerap menjadi bahan riset ini bisa dibeli dengan harga 1,5 dolar Amerika per gram.

Selain Gao Guenie, batu meteor Campo del Cielo menjadi benda langit lain yang banyak terjal. Batu meteor berbahan besi dari Chaco Province, Argentina, dapat dimiliki dengan harga 400 dolar Amerika per satu kilogram dalam kualitas terbaik.

2. Batu meteor dari Rusia

Meteor Sikhote-Alin berbahan besi dari Rusia ini jatuh pada 12 Februari 1947 dan menjadi yang terbesar dalam sejarah modern. Spesimen ini jatuh dalam kondisi utuh tidak pecah akibat meledak di langit atau dekat permukaan tanah.

Batu meteor ini disukai kolektor karena permukaannya yang unik dan bentuk yang seperti pahatan. Spesimen Sikhote-Alin kualitas premium bisa terjual seharga 2-3 dolar Amerika per gram.

3. Batu meteor asal Chili

Spesimen Imilac asal Chili ini mungkin menjadi salah satu yang paling mahal dan diminati kolektor. Batu meteor ini berwarna seperti permata, stabil dalam jangka waktu lama, dan bisa dimiliki dengan harga 20-40 dolar Amerika per gram.

Imilac sama dengan Glorieta Mountain asal New Mexico, Amerika, dan Esquel dari Argentina yang harganya mencapai ribuan dolar. Meteor ini sangat berat dengan kualitas baik, tak heran jika harganya mahal untuk ukuran selebar piring makan kecil.

4. Batu meteor asal Tunisia

Spesimen yang sangat mahal dan jarang ini merupakan contoh diagonite bernama Tatahouine, yang jatuh pada 27 Juni 1931. Lokasi jatuhnya batu meteor ini adalah Foum Tatahouine, Tunisia.

Materi batu meteor berkualitas baik ini bisa dimiliki dengan harga 50 dolar Amerika per gram. Sedangkan batu meteor lunar dan Martian yang sangat jarang dijual seribu dolar Amerika per gram atau lebih, setara hampir 40 kali harga emas.

Harga batu meteor dipengaruhi beberapa faktor misal tipe yang biasa atau jarang, keaslian, kondisi penyimpanan, nilai seni dan penampilan. Sebelum dijual, batu meteor diteliti para ahli lebih dulu untuk menentukan materi penyusunnya.

Setelah diteliti, material batu meteor lainnya dijual secara komersial pada masyarakat umum. Proses analis dan riset memberi nilai tambah pada batu meteor.



Simak Video "Batu Meteor Dinilai Setara dengan Rp 26 Miliar"
[Gambas:Video 20detik]
(row/pal)