Film Patient Zero dan Kisah Nyata COVID-19

Film Patient Zero dan Kisah Nyata COVID-19

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Selasa, 27 Okt 2020 07:40 WIB
Passengers arriving from the Chinese city of Wuhan arrive at Narita Airport in Chiba, Japan in this photo taken by Kyodo January 23, 2020. Mandatory credit Kyodo/via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. MANDATORY CREDIT. JAPAN OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN JAPAN
Patient Zero, Antara Film dan Kisah Nyata COVID-19 (Foto: Reuters)
Jakarta -

Patient Zero adalah istilah dalam epidemiologi, tentang pasien pertama dari sebuah wabah penyakit. Nama ini jadi inspirasi film dan bisa dibandingkan dalam kasus COVID-19.

Dalam versi film, Patient Zero adalah film fiksi ilmiah horor tahun 2018. Sinopsis film Patient Zero adalah mengenai sekelompok orang yang menyelamatkan diri di dunia yang terkena wabah virus mengerikan. Film ini dibintangi antara lain Matt Smith, Natalie Dorner dan Stanley Tucci.

Wabah virus ini seperti mutasi rabies yang membuat manusia menjadi seperti zombie. Tokoh Morgan yang diperankan oleh Matt Smith disebut sebagai Patient Zero yang bisa menjadi kunci penemuan obat dari wabah penyakit ini.

Banyak netizen mencari-cari lagi film ini di aneka aplikasi streaming film. Film bertema wabah penyakit memang jadi naik daun di tengah pandemi COVID-19.

Tapi bagaimana dengan di dunia nyata? Seperti dihimpun detikINET dari berbagai sumber, Selasa (27/10/2020) media pemerintah China, Global Times, pernah memberitakan para ilmuwan juga selama ini mencari-cari siapa Patient Zero COVID-19.

Direktur Eksekutif WHO Health Emergencies Program, Michael Ryan mengatakan meskipun COVID-19 merebak di Wuhan, Patient Zero bisa saja dari luar China. Butuh bertahun-tahun mencari Patient Zero kasus MERS, mungkin begitu juga dengan COVID-19.

Patient Zero dalam hal ini adalah orang yang pertama kena virus Corona. Jika menemukan orang ini, ilmuwan tentunya bisa mencari tahu asal muasal wabah dan mencari cara untuk menghentikannya di masa depan.

Selama ini, referensi soal Patient Zero merujuk pada jurnal kedokteran The Lancet pada 1 Desember 2019. Orang tersebut tidak punya kontak dengan Pasar Huanan yang disebut sebagai tempat penyebaran virus Corona di Wuhan.

"Itu sebabnya susah mencari tahu hewan atau inang apa yang menyebabkan virusnya lompat ke manusia," kata ahli pernafasan Peking University First Hospital, Wang Guafa.

Setelah menjadi pandemi global, tiap negara juga berjuang mencari Patient Zero di wilayah masing-masing. Di Amerika, dugaan mengarah pada pasien 57 tahun yang meninggal pada 6 Februari 2020. Tapi dia tidak pernah ke luar negeri.

Sementara US National Library of Medicine, National Institute of Health juga pernah mempublikasikan laporan bertajuk 'The Hunt to Find the Coronavirus Pandemic's Patient Zero'. Laporan pada April 2020 itu juga mengungkap sulitnya mencari Patient Zero COVID-19.

Ilmuwan menduga virusnya lompat ke beberapa inang sebelum ke manusia. Itu sebabnya, pasien-pasien yang yang terjangkit duluan, seperti tidak nyambung dengan lokasi-lokasi yang diyakini sebagai tempat penyebaran virus.

Ilmuwan pun terbagi dalam dua pendapat. Pendapat pertama menilai mencari Patient Zero tidak penting lagi, karena COVID-19 sudah menjadi pandemi global. Fokusnya lebih baik pada mencari vaksin.

"Dalam kondisi pandemi saat ini, fokusnya bukan lagi mencari tahu asalnya dari mana," kata Julien Riou dari University of Bern, Swiss.

Sebagian lain tetap berpendapat, mencari Patient Zero tetap penting. Hal ini untuk mencegah pandemi serupa terulang di mana depan.

"Mengetahui kejadian yang menyebabkan penyebaran virus COVID-19 ke manusia, bisa membantu kita untuk mencegahnya terjadi lagi," kata Benjamin Cowling dari Unversity of Hong Kong.



Simak Video "Falcon Rilis Aplikasi Streaming Klik Film"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fyk)