Penjelajahan Waktu dan Teori Relativitas Einstein - Halaman 3

Sisi Ilmiah Mesin Waktu

Penjelajahan Waktu dan Teori Relativitas Einstein

Rachmatunnisa - detikInet
Minggu, 18 Okt 2020 13:00 WIB
Mesin Waktu
Ilustrasi mesin waktu. Foto: Istimewa

Menjelajah waktu di masa depan lewat lubang cacing

Namun, seperti yang ditulis Stephen Hawking dalam bukunya, mungkin ada cara untuk melakukan perjalanan waktu ke masa lalu, yakni wormhole atau lubang cacing yang menghubungkan dua tempat yang jauh di alam semesta.

Dalam teori relativitas umum Einstein, gravitasi adalah konsekuensi dari cara massa membelokkan ruang dan waktu. Massa mendistorsi ruang-waktu dan ini, pada gilirannya memengaruhi pergerakan massa.

Dalam fisika, ruang-waktu mengacu pada representasi gabungan dari ruang tiga dimensi dan waktu satu dimensi dalam struktur matematika empat dimensi.

"Semakin banyak massa yang kita masukkan ke dalam suatu wilayah ruang, semakin banyak ruang-waktu yang melengkung dan semakin lambat jam di dekatnya berdetak. Jika kita memasukkan massa yang cukup, ruang-waktu menjadi begitu melengkung sehingga cahaya pun tidak dapat melepaskan diri dari tarikan gravitasinya dan lubang hitam terbentuk," kata Millington.

Namun, hanya tepi lubang hitam ini yang relevan dalam hal perjalanan waktu. Di tempat berbeda, waktu berlalu dengan sangat lambat bagi pengamat yang jauh. Jam kalian akan bergerak sangat lambat dibandingkan dengan yang jauh darinya. Fisikawan berasumsi bahwa lubang cacing dapat terbentuk dari lubang hitam.

Lubang cacing adalah sejenis tabung dalam ruang-waktu yang memungkinkan untuk berpindah dari A ke B dengan kecepatan cahaya. Untuk menstabilkan terowongan tersebut, bagaimanapun, lokasi dengan kelengkungan spasial negatif, yaitu kepadatan energi negatif, akan dibutuhkan. Tetapi apakah mungkin kepadatan energi menjadi negatif sama sekali?

Kebanyakan orang akan menjawab pertanyaan ini dengan tegas 'tidak', jika jawaban mereka bersandar pada fisika klasik abad ke-19. Namun, teori mekanika kuantum modern tidak mengecualikan keberadaan kerapatan energi negatif: ruang kosong tidaklah kosong, menurut mekanika kuantum.

Sebaliknya, ruang kosong sesungguhnya diisi oleh pasangan partikel yang bermunculan dan keluar dari keberadaan, wilayah di mana lebih sedikit pasangan partikel yang diizinkan keluar-masuk dibandingkan di tempat lain akan memiliki kepadatan energi negatif.

Sebagai penutup, seperti yang ditulis Millington, sejauh ini masih belum ada teori yang mengawinkan teori gravitasi Einstein dengan mekanika kuantum. Apakah mesin waktu ke masa lalu itu mungkin atau tidak, akan tetap menjadi salah satu dari banyak rahasia alam semesta kita.

(rns/fay)