Ancaman Risiko di Balik Uji Vaksin Corona

Ancaman Risiko di Balik Uji Vaksin Corona

Aisyah Kamaliah - detikInet
Selasa, 13 Okt 2020 17:27 WIB
Vaccine and syringe injection It use for prevention, immunization and treatment from COVID-19
Ilustrasi vaksin corona (Foto: Getty Images/iStockphoto/kiattisakch)
Jakarta -

Vaksin corona berlomba-lomba dikerjakan oleh para ilmuwan di seluruh dunia. Ahli pun memperingatkan potensi risikonya.

Guru Besar Ilmu Biologi Molekuler Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Chaerul Anwar Nidom mengingatkan para pelaku uji klinis vaksin corona untuk mewaspadai potensi bahaya jika SARS-CoV-2 terbukti menimbulkan ADE (Antibody-dependent enhancement).

Mengutip CNN Indonesia, pernyataan ini berdasar pada temuan susunan asam amino virus corona yang punya kemungkinan menyebabkan fenomena ADE.

"Ini yang perlu kami sampaikan kepada pihak-pihak yang sedang upayakan vaksin, tolong diamati hal-hal yang terkait perubahan-perubahan virus ini," tuturnya.

ADE dijelaskan sebagai kejadian di mana virus berikatan dengan antibodi untuk menginfeksi sel inang. Potensi terjadinya fenomena ADE ini bisa dilihat dari pola tertentu dari susunan DNA/RNA virus.

Nidom menjelaskan susunan asam amino RNA virus corona yang ada dalam kotak merah, berpotensi menimbulkan fenomena ADE.Nidom menjelaskan susunan asam amino RNA virus corona yang ada dalam kotak merah, berpotensi menimbulkan fenomena ADE. Foto: Dok. jurnal Investigasi Mutasi Virus Corona


Sebelumnya, virus corona menginfeksi sel lewat reseptor ACE2 yang ada di paru-paru. Akan tetapi jika terjadi fenomena ADE, maka ini akan masuk ke sel lewat makrofag.

"Sehingga, virus berkembang di sel mikrofag (sel darah putih) bukan di sel saluran pernapasan lagi," ujarnya.

Akibatnya, infeksi virus corona bisa terjadi tanpa menunjukkan gejala klinis (orang tanpa gejala/OTG) seperti batuk, demam, dan sebagainya. Akibat lain, infeksi virus corona justru dapat berlangsung kronis dan lama serta melemahkan sistem imun.

Lebih lanjut, Nidom menyebut potensi ADE pada virus corona ini masih sebatas bukti empiris dari analisa data virus yang memiliki ADE. Ia pun mencoba memantau pada kasus COVID-19 dan mendorong agar dilakukan penelitian preklinis untuk mencegah hal itu terjadi ke manusia.

"Jangan sampai ketika terjadi seperti itu kita terlambat," tandasnya.



Simak Video "Sederet Fakta Vaksin COVID-19 Pfizer yang Uji Klinisnya Sudah Rampung"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)