Lubang Ozon Antartika Melebar Catat Rekor Terbesar

Lubang Ozon Antartika Melebar Catat Rekor Terbesar

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 12 Okt 2020 05:32 WIB
lubang ozon di arktik
Ilustrasi lapisan ozon. Foto: DLR/BIRA/ESA
Jakarta -

Program observasi European Union's Earth menyebutkan, lubang ozon di atas Antartika telah membengkak ke ukuran terbesar dan level terdalamnya dalam beberapa tahun terakhir.

Dikatakan para ahli di Copernicus Atmospheric Monitoring Service, pusaran kutub yang kuat, stabil, dan dingin, telah mendorong terjadinya ekspansi lubang ozon. Mereka pun menyerukan upaya internasional yang lebih besar untuk memastikan setiap negara mematuhi kesepakatan internasional untuk menghentikan penggunaan bahan kimia perusak lapisan ozon.

Vincent-Henri Peuch, yang mengepalai Copernicus Atmospheric Monitoring Service mengatakan bahwa ukuran lubang ozon kali ini benar-benar yang terbesar dalam 15 tahun terakhir. Sebagai gambaran, di tahun 2000 saja, lubang ozon di atas Antartika luasnya 11,5 juta mil persegi atau setara tiga kali luas Amerika Serikat. Jadi bisa dibayangkan seluas apa lubang ozon yang mencetak rekor kali ini. Penipisan ozon di benua Antartika pertama kali mulai tampak pada tahun 1985.

Sementara itu di Jenewa, seperti dikutip dari situs Wate, juru bicara Clare Nullis dari World Meteorological Organization mengatakan, lubang ozon mulai membesar setiap Agustus, tepatnya pada awal musim semi di Antartika, dan mencapai puncaknya sekitar Oktober.

"Udaranya sudah berada di bawah minus 78 derajat Celcius, dan ini adalah suhu yang dibutuhkan untuk membentuk awan stratosfer. Dan ini proses yang cukup rumit," kata Nullis dalam pertemuan dengan PBB.

"Es di awan ini memicu reaksi yang kemudian dapat merusak zona ozon. Jadi, karena itulah kita melihat lubang ozon yang sangat besar tahun ini," sambungnya.

Copernicus Atmospheric Monitoring Service mengatakan, energi dari Matahari yang naik di atas kutub melepaskan atom klorin dan brom yang aktif secara kimiawi ke dalam pusaran kutub. Proses ini dengan cepat menghancurkan molekul ozon dan menyebabkan lubang mudah terbentuk.

Nullis mengatakan, meskipun lubang ozon membesar, para ahli masih percaya lapisan ozon bisa perlahan pulih setelah negara-negara adopsi Protokol Montreal, sebuah traktat internasional yang dirancang untuk melindungi lapisan ozon dengan meniadakan produksi sejumlah zat yang diyakini mengikis lapisan ozon.

Traktat ini ditandatangani pada 16 September 1987 dan berlaku sejak 1 Januari 1989. Nullis mengutip proyeksi iklim yang menunjukkan bahwa lapisan ozon akan kembali ke level seperti tahun 1980 di tahun 2060.



Simak Video "Meriahnya Tradisi Bulusan, Kudus"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)