Pemenang Nobel Fisika 2020 Beberkan Sisi Seram Lubang Hitam

Pemenang Nobel Fisika 2020 Beberkan Sisi Seram Lubang Hitam

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 09 Okt 2020 07:18 WIB
Lubang Hitam
Ilustrasi lubang hitam. Foto: NASA
California -

Nobel Fisika tahun 2020 dianugerahkan kepada 3 ilmuwan yang berkecimpung dalam riset tentang lubang hitam. Roger Penrose mendapat setengah dari hadiah buat temuan metode matematika, untuk meneliti teori relativitas umum Einstein.

Sementara Reinhard Genzel dan Andrea Ghez berbagi setengah lainnya hadiah sekitar USD 1,1 juta, untuk temuan mereka sebuah objek tidak kasat mata tapi ekstrem masif di pusat galaksi Bima Sakti, yang mempengaruhi lintasan semua bintang di jantung galaksi kita.

Andrea Ghez pun menjelaskan apa itu lubang hitam. Jika ditanya orang awam, dia pun menjawab secara sederhana. "Sebuah lubang hitam adalah obyek yang menarik gravitasi dengan sangat intens sehingga tidak ada yang bisa lolos darinya, bahkan cahaya pun tidak," katanya.

"Sangat sedikit orang memahami apakah lubang hitam itu, tapi saya pikir sangat banyak orang terpukau dengannya," tambah profesor wanita di University of California, Los Angeles itu, dikutip detikINET dari AFP.

Lantas jika ada pengandaian, bagaimana jika ada orang yang jatuh ke lubang hitam? "Kita tidak akan survive," jawabnya.

"Jadi jika Anda jatuh ke lubang hitam dengan kaki terlebih dahulu, hal pertama yang akan terjadi adalah tarikan gravitasi jauh lebih kuat di kaki daripada di kepala sehingga Anda sebenarnya akan ambyar," paparnya.

"Kita tidak akan merasakan apapun karena kita tidak akan eksis, kita tidak akan bertahan hidup, kita akan remuk sampai berkeping-keping," tambah dia.

Dia yakin bahwa bakal lebih banyak lagi misteri lubang hitam terungkap seiring perkembangan teknologi. "Saya pikir ini adalah area fisika di mana angka penemuan terus menjadi lebih cepat karena teknologi juga berkembang begitu cepat," lanjut Andrea.

Sebagai wanita pemenang Nobel, Andrea berada di kelompok istimewa. Wanita terakhir yang menang Nobel Fisika adalah Donna Strickland dari Kanada dua tahun silam. Sebelumnya adalah Maria Goeppert di 1962 dan Marie Curie di 1903. Hanya ada 4 wanita sementara pria pemenang Nobel Fisika berjumlah 200 orang.

"Area ini memang didominasi oleh pria dalam waktu sangat panjang. Tapi hari ini, ada banyak wanita berkecimpung. Jadi saya senang bisa menjadi role model bagi wanita muda," pungkas Andrea yang akan terus meriset lubang hitam ini.



Simak Video "Katie Bouman, Sosok Berjasa di Balik Foto Lubang Hitam Pertama"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)