Twitter Ilmuwan China yang Membelot ke AS Diblokir Terkait Corona

Twitter Ilmuwan China yang Membelot ke AS Diblokir Terkait Corona

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 17 Sep 2020 17:50 WIB
Dr Li Meng Yan, ilmuwan pakar virus yang membelot ke Amerika
Li Meng Yan. Foto: (New York Post)
Jakarta -

Dr Li Meng Yan, ilmuwan China yang membelot ke Amerika Serikat dan mengklaim virus Corona adalah buatan manusia, membuat akun Twitter dan langsung dibanjiri follower. Akan tetapi pihak Twitter kemudian memblokirnya.

Sebelum dicekal, akun Li Meng Yan hampir meraup 60 ribu follower. Ketika dikonfirmasi, pihak Twitter menolak menjelaskan alasan pemblokiran akun individu.

Dalam kebijakan baru yang diberlakukan sejak bulan Mei, Twitter akan memberi peringatan jika ada postingan terkait COVID-19 yang kontroversial atau meragukan. Namun akun Meng Yan langsung dihapus yang berarti postingannya mungkin dianggap lebih parah dari sekadar kontroversial.

Meng Yan baru saja mempublikasikan tulisan yang disebut jadi bukti virus Corona adalah ciptaan manusia. Unusual Features of the SARS-CoV-2 Genome Suggesting Sophisticated Laboratory Modification Rather Than Natural Evolution and Delineation of Its Probable Synthetic Route, begitu judul tulisannya, yang ia buat bersama dua koleganya.

"Genom tidak biasa di SARS-CoV-2 mengindikasikan modifikasi canggih laboratorium ketimbang evolusi natural," begitu kurang lebih inti dari judul tersebut. Pada dasarnya, tulisan ini membantah virus Corona asalnya dari alam tapi merupakan modifikasi manusia di lab.

Nah di akun Twitter-nya, ada link yang menuju tulisan tersebut. Sejauh ini, tulisan Meng Yan dianggap tidak menawarkan informasi baru, belum dipublikasikan di jurnal sains terkemuka dan dinilai sesama ilmuwan sehingga klaimnya masih meragukan.

Mungkin itu alasan Twitter memblokirnya. Konsensus ilmuwan, termasuk mereka yang paling bereputasi, menilai virus COVID-19 berasal dari alam dan kecil kemungkinan diciptakan dengan sengaja.

Meng Yan sendiri tampil dalam wawancara terbaru dengan televisi Fox News. Di situ, dia kembali menyatakan virus Corona buatan lab dan fakta ini ditutup-tutupi dengan sengaja.

"Dunia sains tetap diam saja, bekerja sama dengan Partai Komunis China, mereka tidak ingin orang-orang tahu tentang kebenaran ini," cetusnya.

Wawancara soal asal muasal virus Corona itu dipajang di halaman Facebook, tapi juga diberi peringatan oleh media sosial itu. "Klaim utama dalam informasi ini secara faktual adalah tidak akurat," tulis Facebook.



Simak Video "Ilmuwan China Gunakan Ragi Roti Sebagai Antivirus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)