Langit Oranye California, Gubernur: Perubahan Iklim Sudah Darurat

Langit Oranye California, Gubernur: Perubahan Iklim Sudah Darurat

Fino Yurio Kristo - detikInet
Minggu, 13 Sep 2020 22:04 WIB
Kebakaran hutan California
Kebakaran hutan di California. Foto: CNN
Jakarta -

Kebakaran hutan hebat melanda kawasan California dan sekitarnya, bahkan sempat menjadikan langit berubah warna jadi oranye. Seperti halnya para ilmuwan, Gubernur Californua, Gavin Newsom, meyakini bencana itu antara lain dipicu oleh perubahan iklim di mana suhu udara kian panas.

"Datang saja ke negara bagian Calfornia. Amati sendiri dengan mata kepala Anda," kata Newsom, saat dia mengunjungi gunung yang terdampak kebakaran besar, seperti dikutip detikINET dari BBC.

Api telah membakar sebagian California, Oregon dan Washington dalam 3 minggu dan masih belum dapat dikendalikan sejauh ini. Sedikitnya 25 orang dilaporkan meninggal dunia dan ribuan rumah menjadi abu.

"Debat sudah berakhir tentang perubahan iklim. Ini merupakan darurat iklim. Ini sesuatu yang nyata dan sedang terjadi," kata Newsom yang berasal dari Partai Demokrat. Menurut dia, gelombang panas dan api dahsyat sudah lama diperkirakan oleh ilmuwan. Newsom pun berjanji akan berbuat lebih lagi untuk menangkal dampak perubahan iklim.

Memang masih cukup banyak warga AS yang belum percaya dengan perubahan iklim, termasuk pula presiden Donald Trump. Ia mundur dari Perjanjian Paris yang diikuti berbagai negara untuk mengantisipasi bencana iklim.

Mengenai kebakaran California, Trump menyatakan penyebabnya adalah soal lain. "Anda harus membersihkan hutan Anda. Ada banyak dedaunan (bertumpuk) bertahun-tahun lamanya dan pohon yang rusak, mereka sangat rentan terbakar," kata dia beberapa waktu silam.

Akan tetapi ilmuwan dan pakar kebakaran umumnya sepakat api beraksi ekstrim saat ini akibat kekeringan dan pemanasan suhu karena perubahan iklim yang terutama dipicu melonjaknya emisi karbon.

"Kami lihat banyak api berekspansi luas dalam hitungan jam dan 30 tahun lalu api kebakaran tak seperti itu," cetus Jacob Bendix, profesor geografi di Syracuse University.



Simak Video "Kebakaran California Hanguskan 800 Ribu Lebih Hektare Lahan"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)