Ini Dia Sejarah Pembuatan Kalender Hijriah

Ini Dia Sejarah Pembuatan Kalender Hijriah

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kamis, 20 Agu 2020 21:02 WIB
Pawai obor digelar sejumlah warga dibeberapa tempat dalam rangka menyembut Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1442 Hijriah.
Ilustrasi perayaan tahun baru Islam di Indonesia. Foto: Antara Foto
Jakarta -

Hari ini, Kamis (20/8/2020) bertepatan dengan 1 Tahun Baru Islam 1442 Hijriah. Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, mengungkapkan sejarah pembuatan kalender Hijriah.

Melalui laman blog pribadinya, Thomas memang senantiasa mengulas terkait sejarah kalender Hijriah, bagaimana astronomi memberi solusi penyatuan ummat, hingga upaya mewujudkan kalender Islam tunggal.

Thomas menjelaskan bahwa kalender Hijriah ditetapkan pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, 17 tahun setelah hijrahnya Rasulullah SAW. Pembuatan kalender hijriah ini dilandasi setelah ditemukannya kesulitan mengidentifikasikan dokumen yang tak bertahun.


"Hijrah Rasulullah akhirnya sepakat dipilih dari sekian usulan alternatif acuan tahun Islam, karena saat itulah titik awal membangun masyarakat Islami," ujarnya.

Terhitung dari peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari kota Mekkah ke Madinah itu sampai saat ini kalender Hijriah sudah memasuki tahun ke 1442.

Thomas yang juga merupakan lulusan ITB dan Universitas Kyoto ini menuturkan, akurasi penghitungan mundur untuk menetapkan awal tahun hijriah dan peristiwa-peristiwa penting lainnya sepenuhnya bergantung pada ingatan banyak orang. Secara hitungan berskala besar, seperti tahun, kemungkinan kesalahannya relatif kecil.

"Mungkin sekian banyak orang masih ingat suatu peristiwa terjadi tahun ke berapa sesudah atau sebelum Rasulullah hijrah dari Mekah ke Madinah. Tetapi hitungan rinci sampai tanggal atau bulan, kemungkinan kesalahannya lebih besar," ujarnya.

"Riwayat kronologis kehidupan Rasulullah yang menyatakan tentang hari atau musim merupakan alat uji terbaik dalam analisis konsistensi historis-astronomisnya. Urutan hari tidak pernah berubah dan berisifat universal. Pencocokan musim diketahui dengan melakukan konversi sistem kalender Hijriah ke sistem kalender masehi," sambungnya.

Dipaparkan analisis konsistensi kronologi sejarah dengan pendekatan astronomi menunjukkan bahwa sistem kalender Hijriah juga baik untuk menelusur kejadian sebelum hijrah. Walaupun bilangan nol belum dikenal saat itu, sistem kalender hijriah ternyata telah memperkenalkan konsep tahun nol.

"Saat Rasul hijrah dianggap sebagai tahun nol, karena angka tahun menyatakan sekian tahun setelah Rasul hijrah," ucap pria berumur 58 tahun ini.

Dilanjutkannya, konsep tahun nol seperti itu tidak dikenal dalam sistem kalender Masehi sehingga menimbulkan polemik tentang kapan awal abad 21 atau milenium ke tiga (tahun 2000 atau 2001). Dengan konsep tahun nol pada tahun Hijriah, umat Islam secara tepat dapat menyatakan tahun 1400 lalu sebagai awal abad 15 hijriah, yang disebut sebagai abad kebangkitan Islam.

Thomas juga telah membuat program komputer sederhana untuk konversi kalender Hijriah-Masehi, di mana itu bisa sebagai pendekatan awal yang praktis dalam merekonstruksi kronologi kejadian penting dalam kehidupan Rasulullah SAW.



Simak Video "Ma'ruf Amin: Tahun Baru Islam Momentum Hijrah ke Adaptasi Kebiasaan Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)