7 Fakta Mencengangkan Lembah Kematian, Tempat Terpanas di Bumi

7 Fakta Mencengangkan Lembah Kematian, Tempat Terpanas di Bumi

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 20 Agu 2020 12:02 WIB
Bunga-bunga cantik yang bermekaran di Death Valley, AS
Death Valley. Foto: Sivani Babu/BBC Travel
Jakarta -

Death Valley di California, Amerika Serikat baru saja mengukir rekor menjadi area terpanas di Bumi. Suhu di taman nasional Amerika Serikat ini tembus sampai 54,4 derajat Celsius di hari Minggu lalu.

Lembah Kematian ini memang wilayah yang tak biasa. Berikut beberapa fakta menariknya, seperti disarikan detikINET dari berbagai sumber.

1. Titik Terendah di Amerika Utara

Salah satu area di Death Valley bernama Badwater Basin adalah titik terendah di Amerika Utara yang meliputi Amerika Serikat dan Kanada. Wilayah itu terletak 86 meter di bawah level laut.

Cekungan ini tampak seperti permukaan yang bersalju, padahal sebenarnya adalah lapisan tebal garam. Kadang ada air ditampung di sini setelah badai. Saat air menguap, tinggallah garam. Setelah ribuan tahun, cukup banyak garam melapisinya, menciptakan pemandangan tipuan.

2. Pecahkan Rekor Terpanas

Temperatur di taman nasional ini baru saja memecahkan rekor tertinggi di muka Bumi, mencapai 54,4 derajat Celsius dan tercatat di area bernama Furnace Creek. Rekor temperatur tertinggi di dunia yang pernah dicatat adalah 56,7 derajat Celsius di tahun 1913, juga terjadi di lokasi yang sama, namun sistem pencatatannya belum dianggap sahih.

Walau amat panas, daerah ini tetap jadi sasaran wisata para turis karena keunikannya. Namun wisatawan harus selalu hati-hati, sebisa mungkin selalu di area terlindung, bersama teman dan wajib membawa cukup banyak air.

3. Banyak Tanaman Bunga

Walau namanya mengerikan, Lembah Kematian, bukan berarti Death Valley nihil kehidupan. Malah banyak tanaman bunga bermekaran pada musim semi, menghadirkan suasana berwarna-warni. Di waktu tertentu, pemandangannya amat indah.

Bunga-bunga cantik yang bermekaran di Death Valley, ASBunga-bunga cantik yang bermekaran di Death Valley, AS Foto: Sivani Babu/BBC Travel

Tanaman bunga tidak pernah benar-benar menghilang dari Death Valley alias selalu eksis sepanjang tahun. Walau memang bunga-bunga banyak yang bermekaran hanya pada saat air hujan cukup.

4. Ada Batu Bergerak Sendiri

Racetrack Playa di Death Valley menyimpan misteri lantaran ratusan batu di sana bisa berpindah tempat sendiri, kadang disebut batu geser. Beberapa batu bahkan sangat berat, tapi bisa bergeser dalam lintasan yang sangat panjang.

Penelitian tahun 2014 memecahkan misterinya. Terdapat lapisan es yang kadang melapisi permukaan danau kering Racetrack Playa. Kala Matahari terbit, maka es mulai mencair dan pecah, lantas serpihannya mendorong batu-batu itu pindah di atas permukaan tanah lumpur dan licin.

5. Pasir Bernyanyi

Di atas bukti pasir, pengunjung dapat mengalami salah satu fenomena teraneh di gurun Death Valley. Ketika pasir turun dari bukit pasir yang tinggi dan curam, akan muncullah suara seperti nada bass organ yang membuai.

Alasan persis dari fenomena itu belum diketahui namun kemungkinan disebabkan oleh gesekan antar butir pasir. Hanya ada beberapa tempat di Bumi yang mengalami kejadian serupa, munculnya suara dari alam.

6. Kawah Masif Sisa Letusan Gunung Berapi

Di Death Valley, ada kawah besar bernama Ubehebe. Dalamnya sekitar 182 meter sedangkan luasnya 800 meter. Kawah masif ini terbentuk sekitar 2.100 tahun silam, namun mungkin ada juga letusan gunung berapi sekitar 300 tahun silam yang berkontribusi.

Ada tiga lintasan yang dapat digunakan pengunjung untuk menjelajah wilayah ini. Tapi hati-hati karena anginnya sangat kencang, dapat mencapai 80 kilometer per jam.

7. Ikan Langka

Di tengah gersangnya gurun dan cuaca begitu panas, ternyata ada spesies ikan dapat hidup. Tercatat ada 6 spesies ikan berdiam di Death Valley, mereka mampu beradaptasi dengan lingkungannya yang sangat tidak ramah.

Salah satunya adalah Devils Hole Pupfish yang amatlah langka. Habitatnya hanya ada di perairan Devils Hole di Death Valley, di mana temperatur air dan konsentrasi oksigen di sana bisa mematikan bagi jenis ikan yang lain.

Jangan lewatkan artikel sains menarik lainnya di sini.



Simak Video "Capai 54,4 Celcius, California Catat Suhu Terpanas di Bumi"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)