Masker Terbagus dan Terjelek Tangkal Corona, Jangan Salah Beli!

Masker Terbagus dan Terjelek Tangkal Corona, Jangan Salah Beli!

Aisyah Kamaliah - detikInet
Rabu, 12 Agu 2020 05:29 WIB
Masker yang diuji tentang efektivitasnya menangkal virus corona dalam studi Duke University.
Studi yang mengukur tingkat efektivitas masker untuk mencegah penyebaran COVID-19. Foto: Duke University
Jakarta -

Peneliti dari Belanda, tepatnya dari Duke University mengembangkan alat untuk menguji efektivitas beragam jenis masker. Mereka pun mengurutkan tipe masker dari yang paling hingga yang kurang efektif menangkal virus corona.

Jadi apakah punyamu sudah yang paling aman dari ancaman virus SARS-CoV-2? Para peneliti Belanda menguji total 12 tipe masker untuk uji coba ini.

Sudah bisa ditebak masker N95 adalah masker yang paling efektif. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) N95 bukan hanya masker biasa namun juga bisa memfilter hingga 95% lebih partikel yang ada di udara. Karena itu, ancaman kecolongan juga lebih minimal.

Masker lain yang memiliki kinerja baik dalam pengujian ini adalah masker bedah tiga lapis dan masker dengan bahan katun.

Sementara untuk performa yang kurang baik adalah masker dari bandana yang dilipat serta masker rajutan. Nah, dalam sejumlah kasus ilmuwan menemukan ada jenis masker yang paling buruk dalam mencegah penyebaran COVID-19. Masker terburuk adalah buff, masker leher, fleece mask atau gaiter mask yang biasanya digunakan pengendara motor.

"Kami sangat terkejut ketika menemukan bahwa jumlah partikel yang diukur pada masker fleece sebenarnya melebihi jumlah partikel yang diukur tanpa memakai masker apa pun," ucap Martin Fischer, salah satu penulis studi tersebut mengatakan kepada CNN, Rabu (12/8/2020).

"Kami ingin menekankan bahwa kami benar-benar mendorong orang untuk memakai masker, tapi kami ingin mereka memakai masker yang benar-benar berfungsi," sambungnya.

Studi eksperimentalnya sebenarnya relatif sederhana. Peneliti akan mengamati seseorang yang memakai masker dan berbicara ke arah sinar laser di dalam kotak gelap. Kemudian, jumlah tetesan yang tersebar dalam sinar laser direkam dengan kamera ponsel. Kira-kira seperti di bawah ini:

Mekanisme studi yang dilakukan Duke University untuk menemukan masker yang paling efektif mencegah penyebaran virus corona.Mekanisme studi yang dilakukan Duke University untuk menemukan masker yang paling efektif mencegah penyebaran virus corona. Foto: Duke University

Datanya kemudian diolah menggunakan sebuah algoritma khusus sehingga peneliti bisa menjabarkan peringkat dari yang terbaik hingga yang terburuk. Demikian melansir Wavy.



Simak Video "Kesalahan-kesalahan yang Sering Dilakukan saat Pakai Masker"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)