Ilmuwan Temukan Cara Baru Deteksi Sampah Antariksa

Ilmuwan Temukan Cara Baru Deteksi Sampah Antariksa

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 11 Agu 2020 07:36 WIB
Upaya bersih-bersih sampah antariksa di orbit Bumi
Ilmuwan Temukan Cara Baru Deteksi Sampah Antariksa. Foto: BBC
Jakarta -

Sesungguhnya, saat kita menatap langit malam, bukan Bulan dan bintang-bintang saja yang ada di sana. Saat ini ada banyak sampah antariksa yang mengorbit Bumi, hanya saja kita tidak melihatnya.

Apa saja sih sampah luar angkasa itu? Banyak! Ada potongan satelit yang tidak berfungsi, bagian roket yang dibuang, dan puing-puing buatan manusia lainnya. Benda-benda ini mengelilingi planet kita seperti gelembung sampah raksasa.

Kemampuan untuk melacak posisi benda-benda ini diperlukan untuk menjaga keselamatan satelit yang sedang beroperasi, misi awak luar angkasa, juga menjaga bahaya yang bisa ditimbulkan terhadap Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Sebelumnya, pendeteksian sampah antariksa dilakukan dengan menembakkan laser ke luar angkasa, dan menyimpan catatan sampah saat ditemukan. Sayangnya, teknik ini dinilai kurang akurat dan sulit untuk menentukan lokasi objek hanya berdasarkan respons laser.

Untuk meningkatkan efektivitas metode laser, para ilmuwan 'mengintip' langit dengan lensa yang dirancang untuk mendeteksi pantulan sinar Matahari dari objek. Namun cara ini hanya dapat dilakukan saat fajar atau senja, karena siang hari akan mengaburkan instrumen pencitraan dan menyulitkan deteksi dan pelacakan.

Dikutip dari New York Post, dalam makalah yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature Communications, para ilmuwan memaparkan teknik baru untuk mendeteksi sampah luar angkasa, yaitu dengan melacaknya di siang hari.

Mereka membangun sistem pencitraan khusus dengan filter yang memungkinkan mereka melihat bintang di langit biru. Cara ini adalah pencapaian tersendiri yang juga memungkinkan perbandingan pantulan dari puing-puing ruang angkasa dengan bintang-bintang latar, karena puing-puing sampah antariksa jauh lebih terang di langit.

"Objek puing-puing ruang divisualisasikan dengan latar belakang langit biru dan bias dikoreksi secara real-time," papar para peneliti tentang sistem baru mereka.

"Hasilnya, titik awal untuk semua stasiun penjelajah laser puing-puing ruang angkasa meningkatkan keluarannya secara drastis dalam waktu dekat. Jaringan dari beberapa stasiun di seluruh dunia akan dapat meningkatkan prediksi orbit secara signifikan jika diperlukan untuk misi pemindahan, peringatan konjungsi, manuver penghindaran, atau penentuan keputusan," tulis mereka.

Menavigasi jutaan sampah di luar angkasa memang menjadi pekerjaan yang menantang saat ini, dan sistem terbaru yang dikemukakan ilmuwan diharapkan akan lebih memudahkan.



Simak Video "Waduh! Ternyata Langit Kita Penuh dengan Sampah"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)