Ditemukan Spesies Jamur Baru, Namanya Karantina

Ditemukan Spesies Jamur Baru, Namanya Karantina

Rachmatunnisa - detikInet
Minggu, 09 Agu 2020 08:59 WIB
spesies baru
Jamur Laboulbenia quarantenae ditemukan hidup di tubuh kumbang. Foto: IFL Science
Jakarta -

Sekelompok ilmuwan ini mungkin sedang kehabisan ide saat harus menamai temuan terbaru mereka di masa pandemi. Alhasil, ketika mereka menemukan spesies jamur baru, mereka menamainya 'Quarantenae' alias Karantina.

Temuan spesies jamur ini dipublikasikan di jurnal ilmiah MycoKeys. Jenis jamur baru tersebut dideskripsikan sebagai Laboulbenia quarantenae, untuk menandai bahwa spesies istimewa ini ditemukan di masa pandemi COVID-19.

Menggunakan lembaran putih yang diterangi sejumlah cahaya buatan di malam hari, tim ahli entomologi melakukan studi komprehensif terhadap artropoda untuk mencari tanda-tanda spesies jamur baru di Belgia dan Belanda.

Dikutip dari IFL Science, Laboulbenia quarantenae adalah salah satu dari dua spesies jamur baru yang ditemukan, dan diketahui tumbuh secara eksternal di tubuh Bembidion biguttatum, sejenis kumbang penghuni tanah. Jamur ini dianggap sangat langka dibandingkan dengan sepupunya yang lebih umum, Laboulbenia vulgaris.

Laboulbeniales tumbuh dengan cara tak biasa dibandingkan dengan kebanyakan jamur yang tumbuh dengan hifa (struktur jamur) atau miselium seperti benang bercabang.

Spesies ini menumbuhkan satu thallus tiga dimensi yang terdiri dari ribuan sel yang menempel pada organisme inang. Spesies baru lainnya yang ditemukan oleh tim peneliti ini adalah Hesperomyces halyziae, jamur baru yang berbeda dari L quarantenae dalam menghasilkan haustorium, hasil hifanya menembus bagian luar inang arthropoda.

spesies baruStruktur Laboulbenia quarantenae. Foto: IFL Science

Adaptasi ini memberi mereka akses ke rongga tubuh inang dan cairan peredaran darah yang dikandungnya, meningkatkan luas permukaan tempat mereka mencuri nutrisi dan mengencangkan cengkeraman mereka pada inang mereka.

Penulis penelitian ini menyatakan bahwa arthropoda dan jamur yang menungganginya adalah contoh dari "perlombaan senjata evolusioner" yang ada di antara parasit dan inang mereka, karena masing-masing harus mengembangkan pertahanan baru agar tetap selangkah lebih bertahan hidup.

Sifat kompetitif ini bertindak sebagai tekanan evolusioner yang pada akhirnya dapat menyebabkan munculnya spesies yang sama sekali baru. Ya, siapa tahu setelah ini mungkin ada spesies jamur baru yang dinamakan Laboulbeniales secondwave (gelombang kedua pandemi), atau kalian punya ide?



Simak Video "Jamur Pelawan, Jamur Mahal yang Diolah Jadi Kuliner Khas Bangka"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/agt)