Ternyata Ini Penyebab Fenomena Embun Es Landa Dieng

Ternyata Ini Penyebab Fenomena Embun Es Landa Dieng

Aisyah Kamaliah - detikInet
Kamis, 30 Jul 2020 16:32 WIB
Suhu Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, kembali turun pagi ini. Akibatnya embun di rerumputan membeku.
Fenomena embun es di Dieng. Foto: Uje Hartono
Jakarta -

Fenomena embun es terjadi di Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah sempat bikin geger banyak orang. detikINET pun mencari tahu penjelasannya kepada BMKG.

Siswanto M.Sc, Kepala Sub Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara menjelaskan sekarang suhu dingin secara umum dirasakan hampir merata di kota-kota wilayah Indonesia khususnya di bagian selatan. Ini merupakan perwujudan pengaruh musim kemarau yang terus menguat -- mungkin merupakan puncak musim kemarau untuk beberapa daerah.

Hal ini juga didukung faktor penguatan angin monsun Australia yang mengalirkan massa udara dingin dan kering dari Benua Australia menuju Asia melewati Samudera Indonesia dan wilayah Kepulauan Indonesia. Penguatan monsun Australia biasanya berkaitan dengan perkembangan sistem tekanan tinggi di atmosfer di atas Benua Australia yang mendorong massa udara memiliki aliran yang lebih kuat dari biasanya.

Saat ini kecepatan angin terutama di bagian selatan Jawa dan Bali dilaporkan menunjukkan kecepatan angin yang lebih kuat. Lombok, Denpasar, Solo, Jogja, Bandung mencapai 10-20 knot. Jakarta, Semarang, Surabaya diperkirakan 5-10 knot, dengan 1 knot ~ 0.5 m/s.

"Kota-kota di bagian selatan Jawa dan Bali juga menunjukkan suhu udara yang relatif lebih dingin sedikit dibanding bagian utara (misalnya di siang hari Lombok, Denpasar suhu 26-28°C, saat yang sama di Semarang, Jakarta, Surabaya 30-31°C)," sambungnya.

Selain wilayah-wilayah bagian selatan yang akan mengalami suhu yang lebih dingin disebabkan faktor-faktor di atas, suhu bisa lebih dingin lagi di wilayah pegunungan, seperti di Dieng yang dapat mencapai titik beku. Hal itu disebabkan suhu yang menurun mengikuti ketinggian tempat.

"Suhu permukaan di dataran rendah yang sudah lebih dingin dari biasanya kali ini, akan menurun secara gradual sesuai ketinggian tempat karena proses fisika laju penurunan adiabatik suhu udara. Suhu udara akan turun sebesar 0,65°C untuk setiap 100 meter atau turun 6,5° untuk setiap 1 km beda ketinggian (altitude) suatu tempat," ucapnya.

"Apabila ketinggian tempat, kondisi cuaca cerah, dan bentuk topografi mendukung, maka dapat dimungkinkan terbentuk embun es, seperti embun es yang terjadi di Kawasan Candi Arjuna Dieng," tutup Siswanto.



Simak Video "Sudah Beberapa Hari Fenomena Embun Es Terjadi di Dataran Tinggi Dieng"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fyk)