Trump 'Ngambek', Merasa Kurang Disukai karena COVID-19

Trump 'Ngambek', Merasa Kurang Disukai karena COVID-19

- detikInet
Kamis, 30 Jul 2020 13:05 WIB
WASHINGTON, DC - JULY 21: U.S. President Donald Trump talks to holds up his face mask during a press conference in the Brady Press Briefing Room at the White House July 21, 2020 in Washington, DC. Trump focused on his administrations handling of the global coronavirus pandemic. Poll numbers about his handling of COVID-19 have been falling as cases of deadly virus have spiked across the country.   Chip Somodevilla/Getty Images/AFP
Donald Trump 'ngambek' karena hasil polling dirinya lebih rendah dari Dr Fauci terkait COVID-19. Foto: Chip Somodevilla/Getty Images/AFP
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump 'ngambek'. Dirinya mempertanyakan mengapa rating-nya lebih rendah dibandingkan tokoh lainnya terkait isu COVID-19.

Saat pengarahan di Gedung Putih pada hari Selasa, Trump menyesalkan bahwa peringkat persetujuannya di kalangan warga Amerika lebih rendah daripada dua ahli medis terkenal negara itu, Dr Anthony Fauci pakar penyakit menular dan Dr. Deborah L.

"Mereka sangat dipedulikan, tetapi tidak ada yang menyukaiku. Itu hanya kepribadianku," tuturnya, mengutip New York Times.

Yang menjadi catatan dan pertimbangan publik, seiring meningkatnya tingkat infeksi dan jumlah polling, Trump tertangkap membuat klaim yang tidak mendasar dan membela para ahli medis yang didiskreditkan. Beberapa tweet Donald Trump bahkan acap kali bikin geger.

Namun, Trump berupaya membangun kembali kepercayaan publik dengan memulai kembali briefing coronavirus minggu lalu -- setelah menutupnya pada bulan April. Ia kebanyakan menggunakan naskah dan meminta masyarakat Amerika untuk memakai masker serta mempraktikkan social distancing.

Tetapi kejadian bikin heboh terjadi lagi, di mana ada video viral yang ia retweet pada Senin malam. Video itu berisi dokter yang mengklaim bahwa hydroxychloroquine adalah obat untuk virus Corona dan bahwa masker tidak diperlukan.

"Mereka adalah dokter yang sangat dihormati. Ada seorang wanita yang spektakuler dalam pernyataannya tentang hal itu," katanya saat didesak wartawan.

Diketahui Amerika Serikat akan segera menyelenggarakan pemungutan suara untuk menjabat sebagai Presiden. Suami dari Melania Trump ini kembali maju mencalonkan diri dengan lawan Joe Biden.



Simak Video "Donald Trump Gugat Twitter ke Pengadilan, Minta Akunnya Dipulihkan"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/ask)