Konspirasi HAARP dan 'Bencana Alam' Buatan Manusia

Konspirasi HAARP dan 'Bencana Alam' Buatan Manusia

- detikInet
Sabtu, 25 Jul 2020 08:07 WIB
Tornado menghantam wilayah Alabama, Amerika Serikat. Angin kencang itu menghancurkan rumah dan infrastruktur serta diperkirakan telah menewaskan 23 orang.
Ilustrasi bencana alam. Foto: Elijah Nouvelage/Reuters
Jakarta -

High-Frequency Active Auroral Research Program (HAARP) sudah lama jadi sasaran teori konspirasi rekayasa cuaca dan 'bencana alam'. Salah satu yang paling terkenal adalah spekulasi dari ucapan yang dituturkan oleh fisikawan senior ternama, Prof Michio Kaku.

Saat diundang pada acara CBS This Morning beberapa tahun lalu, tepatnya 2013, Prof Michio Kaku menjelaskan banyak orang yang mengeluh soal cuaca tapi tidak menyadari apa yang bisa mereka perbuat dengan itu.

"Bukannya melakukan tarian pemanggil hujan tradisional, kami fisikawan menembakkan laser triliunan watt ke angkasa untuk merekayasa terjadinya awan-awan hujan, kali ini kami menggunakan hukum-hukum fisika bukan dengan mantra," ucap Prof Michio Kaku.

Ia kemudian menambahkan bahwa ilmuwan menggunakan laser triliunan watt untuk membantu agrikultur dengan merekayasa cuaca, dan berkelakar ini juga bisa digunakan untuk mempersiapkan pesta pernikahan. Namun ucapan selanjutnya yang membuat heboh dan menjadi teori konspirasi.

"Atau pertandingan bola, apa saja untuk kegiatan luar ruangan, dan bahkan badai, itu bisa dilakukan lewat modifikasi cuaca," sambungnya.


"Ceritanya 100% salah," jawab Prof Kaku singkat kepada Snopes. Namun, mengutip dari Snopes, Kaku sendiri membantah teori liar tersebut. Ia tidak pernah menyebut HAARP adalah penyebab atau bertanggung jawab dengan badai-badai yang terjadi. Dia mengatakan saat itu ia tengah membahas kemungkinan potensi menurunkan hujan menggunakan laser dan alat lainnya.

Bicara lebih lanjut, kita akan membahas mengenai HAARP itu sendiri. HAARP merupakan stasiun cuaca yang terletak di Gakona, Alaska, AS. Stasiun ini memiliki banyak antena transmitter yang bisa menembakkan frekuensi gelombang radio ke atas atmosfer Bumi.

Melansir Ibtimes, HAARP diinisiasi oleh Pentagon di bawah arahan Defense Advance Research Project Agency (DARPA). Stasiun cuaca tersebut diklaim mampu mempengaruhi ionosfer dan stratosfer.

Besar energi pada fasilitas HAARP sendiri adalah 3,6 juta watt. Tapi mampukah angka ini bisa merekayasa 'bencana alam'? Meski kelihatannya besar, banyak ahli sepakat bahwa masih butuh angka lebih besar untuk dapat merekayasa bencana alam. Pemerintah AS juga sering membantah mengenai teori ini.

Bagaimana menurut Anda, detikers. Apakah manusia sudah mampu untuk merekayasa 'bencana alam' atau Anda punya teori sendiri?



Simak Video "Trump Tepis Tudingan Nggak Bayar Pajak"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/ask)