Propaganda Kaum Anti Vaksin Corona Menggaung di Facebook

Propaganda Kaum Anti Vaksin Corona Menggaung di Facebook

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 21 Jul 2020 17:13 WIB
Vaksin Covid-19: Kami tak terima tuduhan itu, Rusia bantah tudingan Inggris, AS, Kanada peretas negara itu menyasar riset vaksin virus corona
Ilustrasi propaganda anti vaksin (Foto: BBC World)
Jakarta -

Gaung anti vaksin Corona bergema cukup kencang di media sosial semacam Facebook. Hal itu menjadi perhatian tersendiri bagi Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock.

Konten propaganda anti vaksin ternyata laris. Dikutip detikINET dari Guardian, dilaporkan sekitar 60 juta orang di Amerika Serikat dan Inggris menyukai konten semacam itu di media sosial.

Fenomena itu sampai menjadi bahasan di parlemen Inggris. Politisi dari Partai Buruh, Chris Elmore, menyebut bahwa konten anti vaksin di medsos harus dicegah dan Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, diminta untuk sigap menangkalnya.

Hancock menyebut dia sudah berkomunikasi dengan Nick Clegg, Head of Global Affairs and Communications Facebook. "Perusahaan media sosial punya tanggung jawab penting dan mereka telah melakukan beberapa aksi dan saya menghargai mereka untuk itu," cetus Hancock.

"Tidak hanya Facebook dan Instagram yang beraksi, tapi kami akan berdiskusi aksi apalagi yang bisa diambil untuk memastikan orang yang melakukan propaganda kebohongan tentang vaksin tidak bisa menyebarkannya," tambah dia.

Laporan The Anti-Vaxx Industry dari lembaga Center for Countering Digital Hate, menyebutkan bahwa makin banyak orang Inggris anti vaksin Corona lantaran terpapar konten menyesatkan di media sosial.

"Menkes perlu memberitahu Facebook untuk menegakkan aturan mereka sendiri dan menghapus akun anti vaksin di platformnya dengan jutaan follower, sebagian eksis untuk menjual pengobatan yang tidak terbukti atau membahayakan," sebut Imran Ahmed, pimpinan lembaga itu.

"Dia harus bertanya kenapa Facebook melanggar janjinya tidak mengambil untung dari kaum anti vaksin dengan menerima iklan yang mempromosikan misinformasi anti vaksin," sergahnya.

Menanggapi berbagai tekanan itu, pihak Facebook menyatakan mereka sudah mengambil tindakan terhadap para anti vaksin. "Kami bekerja untuk menghentikan misinformasi berbahaya agar tak menyebar di platform kami dan kami telah menghapus ratusan ribu misinformasi terkait COVID-19," tutur juru bicara Facebook.



Simak Video "Apakah Tubuh Jadi Kebal COVID-19 Setelah Divaksin? "
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)