Motif Ilmuwan China Kabur dan Umbar 'Kebenaran' Virus Corona

Motif Ilmuwan China Kabur dan Umbar 'Kebenaran' Virus Corona

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 15 Jul 2020 06:00 WIB
Li Meng Yang
Dr. Li Meng Yan. Foto: Fox News
Jakarta -

Kabur ke Amerika Serikat menjadi pilihan Dr Li Meng Yang. Ilmuwan China yang sebelumnya mengabdi di University of Hong Kong ini menuding pemerintah China pada awalnya berusaha menutup-nutupi keganasan virus Corona.

Dalam wawancara dengan Fox News, ia beranggapan seandainya sejak awal fakta virus Corona dibuka, bahwa virus ini dapat menular antar manusia, lebih banyak nyawa dapat selamat.

"Ini adalah pandemi besar. Lebih dari apapun yang kita ketahui dalam sejarah manusia. Jadi, timing sangat-sangat penting. Jika kita dapat menghentikannya lebih awal, kita bisa selamatkan nyawa," katanya saat wawancara tersebut.

Kenapa dia kabur ke AS dan bersembunyi? "Saya harus sembunyi karena saya tahu bagaimana mereka memperlakukan whistleblower dan sebagai whistleblower di sini, saya ingin mengatakan kebenaran dan asal COVID-19," cetusnya.

Ia mengklaim Beijing sudah tahu sejak Desember bahwa penularan virus Corona antar manusia sudah terjadi, tapi tidak memberitahukannya. Meng Yan juga mengklaim punya bukti komunikasinya dengan China soal informasi tersebut.

Di sisi lain, Meng Yan saat ini mengkhawatirkan keselamatannya. "Mereka ingin orang tetap diam, tidak hanya tentang COVID-19, tapi juga hal-hal lain yang terjadi di China," klaimnya.

"Saya menunggu untuk memberitahu semua hal yang saya tahu, menyediakan semua bukti ke pemerintah AS. Dan saya ingin mereka mengerti, orang Amerika mengerti betapa mengerikan hal ini. Tidak seperti yang Anda lihat, ini sesuatu yang sangat berbeda," klaim sang ilmuwan China.

"Kita harus mengejar bukti yang benar dan mendapatkan bukti nyata karena ini adalah bagian kunci untuk menghentikan pandemi ini. Kita tak punya banyak waktu," pungkas dia.

WHO dan pemerintah China sendiri sudah berulangkali menyatakan tidak ada yang disembunyikan tentang pandemi Corona. Adapun kampus Hong Kong School of Public Health sudah tidak mengakui Meng Yan sebagai salah satu karyawannya.

Kedutaan Besar China di Amerika Serikat ketika dikonfirmasi soal kabar ini menyatakan tidak mengenal Meng Yan. Mereka juga merasa telah menangani pandemi Corona dengan baik.

"Kami tidak pernah mendengar tentang orang ini. Pemerintah China telah merespons secara efektif dan cepat sejak wabah. Semua upaya ini dengan jelas terdokumentasi dengan transparansi. Fakta mengatakan semuanya," kata mereka soal pengendalian pandemi Corona. Jadi belum jelas mana yang benar, sang ilmuwan China atau pemerintah China.

sepeda


Simak Video "Kasus Covid-19 di Amerika Serikat Capai 3,5 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)