Lampu Sinar UV Canggih Diklaim Bisa Bunuh Virus Corona

Lampu Sinar UV Canggih Diklaim Bisa Bunuh Virus Corona

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 02 Jul 2020 20:42 WIB
Toilet dengan sinar UV di pesawat
Perusahaan Ini Klaim Lampu Sinar UV Buatannya Bisa Bunuh Virus Corona. (Foto: Ilustrasi lampu sinar UV/Boeing)
Jakarta -

Bermacam cara dilakukan untuk membunuh atau setidaknya menghambat laju penyebaran virus Corona. Teknologi pun dikerahkan, termasuk penggunaan sinar ultraviolet (UV) dalam berbagai bentuk.

Perusahaan teknologi pencahayaan Signify, menyebutkan bahwa para ilmuwan dari Boston University mengonfirmasi bahwa lampu sinar UV yang dikembangkannya dapat bekerja mematikan sebagian besar virus Corona dalam hitungan detik.

Sinar Matahari sendiri diketahui dapat membunuh virus di luar ruangan. Signify berharap lampu sinar UV buatannya bisa digunakan untuk menekan jumlah virus di area dalam ruangan.

"Mengingat potensi teknologi untuk membantu perang melawan virus Corona ini sangat signifikan, Signify tidak akan menyimpan sendiri teknologi ini untuk penggunaan eksklusif, tetapi akan membuka ketersediaannya untuk perusahaan pencahayaan lainnya," kata CEO Signify Eric Rondolat seperti dikutip dari New York Post.

"Untuk melayani kebutuhan teknologi disinfeksi digital yang sedang melonjak, kami akan meningkatkan kapasitas produksi hingga berkali lipat dalam beberapa bulan ke depan," ujarnya.

Penggunaan sinar UV untuk disinfeksi secara digital mulai marak sejak pandemi COVID-19 terjadi. Sinar UV juga digunakan untuk membersihkan tranportasi seperti kereta dan bus, restoran, ruangan rumah sakit, juga 'mencuci' uang agar steril dari bakteri dan virus.

Namun perlu diingat, penggunaan sinar UV untuk disinfeksi tidak bisa sembarangan. Perlu kehati-hatian menggunakan sinar UV agar jangan sampai mengenai kulit karena bisa menyebabkan kanker kulit.

Jika terpaksa mengenai bagian tubuh pun, sinar UV tersebut harus dipastikan memang yang sudah dikembangkan sedemikian rupa aman digunakan untuk manusia.

Organisasi kesehatan dunia WHO memperingatkan bahwa sinar UV tidak boleh digunakan untuk membersihkan tangan atau area kulit mana pun karena radiasi UV bisa mengakibatkan iritasi kulit.

Karenanya, disinfeksi menggunakan sinar UV memang harus dilakukan di ruangan tertutup dan dioperasikan dari luar ruangan.

Ahli kesehatan Paul Tambyah yang merupakan President of Asia Pacific Society of Clinical Microbiology and Infection menyebutkan, sinar UV tidak bisa digunakan untuk disinfeksi area publik, namun bisa sangat efektif jika dilakukan dengan benar.

"Disinfeksi sinar UV mulai digunakan luas di rumah sakit di berbagai negara untuk membersihkan kamar-kamar yang sudah ditinggalkan oleh pasien. Cara ini digunakan untuk membunuh patogen yang resisten terhadap antimikroba, TBC dan agen infeksi lain," ujarnya.



Simak Video "Update Positif Covid-19 RI Per 9 Agustus: 125.396 Positif, 80.952 Sembuh"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)