Melihat Canggihnya Baju Astronaut Buatan SpaceX

Melihat Canggihnya Baju Astronaut Buatan SpaceX

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 28 Mei 2020 20:09 WIB
NASA astronauts Douglas Hurley, left, and Robert Behnken wave as they walk out of the Neil A. Armstrong Operations and Checkout Building on their way to Pad 39-A, at the Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Fla., Wednesday, May 27, 2020. The two astronauts will fly on a SpaceX test flight to the International Space Station. For the first time in nearly a decade, astronauts will blast into orbit aboard an American rocket from American soil, a first for a private company. (AP Photo/John Raoux)
Melihat Canggihnya Pakaian Astronaut Buatan SpaceX (Foto: AP/John Raoux)
Jakarta -

NASA dan SpaceX akan membuat sejarah baru dengan meluncurkan astronaut dari Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun. Untuk misi terbaru ini, keduanya telah menyiapkan pakaian luar angkasa baru yang lebih modern.

Dikutip detikINET dari Tech Crunch, Kamis (28/5/2020) pakaian ini dirancang oleh SpaceX yang berkolaborasi dengan NASA. Astronaut NASA Bob Behnken dan Doug Hurley yang terlibat dalam misi Demo-2 menjadi orang pertama yang bisa menjajal pakaian baru ini.

Pakaian ini dibuat untuk menyertakan material dan teknologi yang lebih modern tapi tetap nyaman dan terlihat selaras dengan interior kapsul Crew Dragon.

Patut dicatat bahwa pakaian ini tidak menggantikan pakaian extravehicular activites (EVA) yang telah digunakan astronaut selama beberapa dekade untuk menjelajahi luar angkasa.

Pakaian yang dikenakan Behnken dan Hurley adalah pressure suits, mirip dengan pakaian yang dikenakan pilot pesawat tempur. Pakaian ini berfungsi untuk melindungi astronaut saat peluncuran, termasuk periode singkat saat kapsul memasuki vakum atau suhu yang tinggi, bukan saat berada di luar angkasa.

Pakaian buatan SpaceX ini dibuat anti api dan anti hantaman serta memiliki peralatan komunikasi dan pengontrol iklim di dalamnya. Helm yang digunakan astronaut memiliki radio dan mikrofon, serta udara dan listrik mengalir lewat kabel yang terhubung dengan kursi astronaut di kapsul.

"Ini merupakan bagian dari kendaraan, jadi kami membayangkannya sebagai sistem pakaian-kursi," kata Chris Tripp dari SpaceX.

Fitur lainnya yang menarik bisa dilihat di sarung tangan yang digunakan astronaut. Karena kapsul Crew Dragon dioperasikan menggunakan layar sentuh, sarung tangan tersebut harus fleksibel sekaligus konduktif.

Sama seperti semua sistem yang ada di kapsul Crew Dragon, pakaian ini juga akan pertama kali diuji coba dalam peluncuran yang ditunda hingga akhir pekan ini. Tapi tentu saja pakaian ini telah diuji di laboratorium SpaceX.

"Kami butuh tiga, hampir empat tahun untuk merancang pakaian yang terlihat bagus dan bekerja dengan baik," kata CEO SpaceX Elon Musk dalam sebuah wawancara beberapa waktu yang lalu.

"Kami ingin menginspirasi anak-anak untuk mengatakan suatu hari nanti mereka ingin mengenakan seragam itu," sambungnya.



Simak Video "NASA Tunda Peluncuran Roket SpaceX Elon Musk"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)