Jangan Lupa, Malam Ini Ada Hujan Meteor Eta Aquarids

Jangan Lupa, Malam Ini Ada Hujan Meteor Eta Aquarids

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 05 Mei 2020 21:02 WIB
Hujan meteor Lyrid
Ilustrasi hujan Meteor Eta Aquarids. (Foto: via Space.com)
Jakarta -

Peristiwa alam pertama di bulan Mei akan terjadi pada malam ini. Adalah hujan meteor Eta Aquarids akan memanjakan mata kalian.

Adapun hujan meteor Eta Aquarids yang berlangsung malam ini, merupakan fase puncaknya.

"Iya. Tahun ini, hujan meteor Eta Aquarids diperkirakan berpuncak malam ini," ujar Peneliti Pusat Sains Antariksa LAPAN Rhorom Priyatikanto saat dihubungi detikINET, Selasa (5/5/2020).

Namun sayangnya, kata Rhorom, fase puncak hujan meteor edisi kali ini terbilang landai. Menurutnya ini bisa berlangsung beberapa hari dengan intensitas tak jauh beda.

"Puncaknya landai. Bukan seperti puncak Merapi, tapi lebih seperti puncak Tangkuban Parahu," ungkap Rhorom mengibaratkan.

Kendati begitu, ini bisa jadi pertunjukan alam bagi kalian yang ingin melihat dari istimewanya alam semesta. Terutama bagi yang melewati hujan meteor Lyrids pada bulan kemarin.

LAPAN menyebutkan sebelumnya, Eta Aquarids bisa menghasilkan hingga 60 meteor per jam saat kondisi puncak tersebut diperkirakan terjadi 6-7 Mei.

Lembaga pemerintahan non kementerian ini menuturkan, sebagian besar aktivitas hujan meteor itu terlihat di belahan Bumi selatan. Sedangkan, belahan Bumi utara angka ini dapat mencapai sekitar 30 meteor per jamnya.

Hujan meteor Eta Aquarids berasal dari partikel debu yang ditinggalkan oleh Komet Halley, yang telah dikenal dan diamati sejak zaman kuno.

Sayangnya saat kalian menyaksikan Eta Aquarids bisa terganggu karena di saat bersamaan ada bulan purnama. Akan tetapi, bila kalian sabar dan jeli, bukan tak mungkin bisa menikmati suguhan kejadian alam ini.

Selain tempat yang gelap, waktu yang tepat mengamati Eta Aquarids itu setelah lewat tengah malam. Radiant hujan meteor ini adalah konstelasi Aquarius, tetapi dapat muncul di mana saja di langit.



Simak Video "Doni Monardo: Virus Corona Peristiwa Alam, Siklus 100 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)