7 Alasan Bersyukur Tinggal di Planet Bumi - Halaman 2

7 Alasan Bersyukur Tinggal di Planet Bumi

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 22 Apr 2020 16:00 WIB
Bulatnya ampun
Planet Bumi. Foto: NASA

4. Gravitasi yang Pas

Kita beruntung karena Bumi memiliki gravitasi dalam kadar tepat, amat pas sehingga manusia tidak melayang-layang dan tidak cukup kuat sehingga kita bisa berdiri atau berlari. Bandingkan keadaannya dengan Lubang Hitam yang sungguh tidak ramah.

"Lubang hitam adalah obyek sangat padat yang tak membiarkan cahaya apapun lolos. Permukaan lubang hitam adalah area yang disebut event horizon, batas di mana apapun tak bisa kembali. Bahkan jika kita cukup beruntung punya pesawat menuju Lubang Hitam, gravitasinya begitu kuat sehingga mengarah terlalu dekat akan merentangkan dan mengompress pesawat dan siapapun di dalamnya jadi berbentuk seperti mie, disebut ilmuwan spaghettification," papar Elizabeth Landau dari kantor pusat NASA.

5. Bisa Menikmati Angin Sepoi-sepoi

Kita di Bumi dapat menikmati angin sepoi-sepoi yang menyenangkan. Hal itu sebenarnya merupakan kemewahan ketimbang kondisi di antariksa, contohnya saja di Planet Jupiter. Angin di sana begitu dahsyat dan mematikan. Seandainya ada manusia melakukan skydiver di sana, sambutannya sangat mengerikan.

"Ia akan disambar oleh angin berkecepatan antara 430 sampai 680 kilometer per jam. Angin di Jupiter membuat topan kategori tertinggi di Bumi terasa seperti angin sepoi-sepoi dan sambaran kilat di sana seribu kali lebih powerful dibandingkan di sini," cetus Staci Tiedeken, Planetary Science Outreach Coordinator NASA.

jupiterPlanet Jupiter Foto: NASA

6. Langit yang Bersih dan Bisa Berenang

Melihat bintang atau Matahari adalah sesuatu yang biasa di Bumi demikian juga berenang di air. Marilah melihat situasi di Titan, satelit Saturnus yang sebenarnya cukup mirip planet ini. Atmosfernya tebal dan melindungi, juga punya awan, hujan, danau dan sungai bahkan lautan asin. Akan tetapi ada kelemahan sangat besar di sana.

"Tidak ada oksigen di atmosfernya. Dan sungai serta danau itu terbuat dari metana cair. Jadi jangan mandi di sana, tubuh kita lebih padat dari metana sehingga akan tenggelam seperti batu besar. Hal lain yang akan Anda rindukan adalah melihat Matahari di atas kepala. Tak hanya Titan sangat lebih jauh dari Matahari, atmosfernya yang padat memuramkan cahaya Matahari, membuat siang seperti senja di Bumi," tulis Lonnie Shekhtman, penulis sains NASA.

7. Permukaan Tanah Melimpah

Lautan memang mengambil bagian besar dari area di Bumi, tapi beruntung banyak permukaan kering sebagai tempat tinggal makhluk hidup. Bandingkan dengan Europa, bulan Jupiter yang dicurigai ada mahkluk hidupnya juga. Bulan ini punya air dalam bentuk cair yang mungkin lebih banyak jumlahnya dari seluruh lautan di Bumi. Tapi sayangnya, tidak ada daratannya.

"Lautan di Europa itu skala global, tidak ada pantai, tidak ada daratan. Hanya lautan di seluruhnya. Juga tidak ada gelombang karena lautan Europa tersembunyi di bawah bermil-mil es yang meliputi semua Bulan itu," cetus Jay R. Thompson, penulis di Jet Propulsion Laboratory.

(fyk/fay)