Senin, 24 Feb 2020 12:51 WIB

Ilmuwan Temukan Bangkai Burung Utuh Berusia 46.000 Tahun

Virgina Maulita Putri - detikInet
bangkai burung 46.000 tahun Ilmuwan Temukan Bangkai Burung Utuh Berusia 46.000 Tahun Foto: Dussex et al
Jakarta -

Sekilas bangkai burung ini terlihat baru mati beberapa hari yang lalu. Tapi siapa sangka fosil burung yang terlihat masih utuh ini sudah berusia 46.000 tahun.

Burung ini terkubur dan membeku di permafrost di daerah pedesaan Belaya Gora di timur laut Siberia oleh pencari fosil gading lokal. Temuan ini kemudian diberikan kepada tim ilmuwan, termasuk Nicolas Dussex dan Love Dalén dari Museum of Natural History Swedia.

Dikutip detikINET dari CNN, Senin (24/2/2020) dari hasil penanggalan radiokarbon, burung ini diperkirakan hidup pada 46.000 tahun yang lalu.

Sekitar 50 mg dari jaringan burung yang masih utuh digunakan untuk ekstraksi DNA dan genome sequencing. Hasilnya mengidentifikasi spesies burung ini sebagai horned lark (Eremophila alpestris).

Dalén mengatakan penelitian menunjukkan bahwa burung ini merupakan nenek moyang dari dua subspesies lark yang hidup saat ini, satu hidup di utara Russia dan lainnya hidup di stepa Mongolia.

"Penemuan ini mengindikasikan perubahan iklim yang bertempat di akhir Zaman Es yang berujung pada terbentuknya subspesies baru," kata Dalén.

Utuhnya fosil burung ini berkat suhu sangat dingin yang ada di permafrost. Tapi ia mengakui spesimen ini berhasil diawetkan oleh alam dengan kondisi yang sangat bagus.

"Fakta bahwa spesimen yang kecil dan rapuh itu hampir utuh juga menunjukkan bahwa kotoran atau lumpur diendapkan secara bertahap, atau setidaknya tanahnya relatif stabil sehingga bangkai burung diawetkan dalam keadaan yang sangat dekat dengan waktu kematian," kata Dussex.

Tidak hanya berguna untuk menentukan usia dan spesiesnya, fosil yang masih utuh ini juga masih bisa digali untuk menemukan lebih banyak informasi. Misalnya untuk meneliti perilakunya dan melihat perubahan iklim yang dialami.

Dussex mengatakan penemuan ini sangat berharga karena tidak hanya memberikan DNA untuk diteliti, tapi juga RNA, asam nukleat yang ada di semua sel hidup.

"Ini akan membuka kesempatan baru untuk mempelajari evolusi fauna di zaman es dan memahami bagaimana respons mereka terhadap perubahan iklim selama 50-10 ribu tahun yang lalu," ucap Dussex.

Ilmuwan Temukan Bangkai Burung Utuh Berusia 46.000 Tahun


Simak Video "Batu Fosil yang Bernilai Tinggi, Lebak"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fyk)