Suhu Lautan Cetak Rekor Tertinggi, Dampaknya Bikin Ngeri

Suhu Lautan Cetak Rekor Tertinggi, Dampaknya Bikin Ngeri

Rachmatunnisa, Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 15 Jan 2020 20:00 WIB
Alam bawah laut. Foto: Shinta Angriyana/detikTravel
Jakarta - Dampak perubahan iklim telah terasa di lautan. Temuan terbaru ilmuwan menyebut bahwa suhu di lautan mencapai rekor tertinggi pada tahun 2019 silam.

Lautan merupakan pengukur terjelas soal perubahan iklim lantaran menyerap 90% panas yang terjebak oleh gas rumah kaca. Penyebab gas rumah kaca seperti diketahui adalah pembakaran bahan bakar fosil, pengrusakan hutan dan aktivitas manusia lainnya.

Dikutip detikINET dari Guardian, analisis terbaru menunjukkan bahwa 5 tahun ke belakang, semuanya masuk perhitungan lima besar tahun paling panas yang pernah terekam di lautan. Jumlah panas yang ditambahkan ke laut setara dengan tiap orang menyalakan 100 microwave siang sampai malam.


Nah, laut yang lebih panas dapat mengakibatkan badai lebih dahsyat dan mengganggu daur air. Banjir pun lebih sering, demikian juga kekeringan, kebakaran hutan dan kenaikan level air laut. Tak cuma itu, suhu tinggi bisa merusak kehidupan makhluk di lautan.

"Samudera adalah yang sungguh memberitahu Anda seberapa cepat pemanasan Bumi. Memakai lautan, kita melihat pertumbuhan pemanasan Bumi yang berakselerasi. Ini adalah kabar mengerikan," ujar Profesor John Abraham dari University of St Thomas.

"Kami menemukan bahwa 2019 tak hanya tahun terhangat dalam rekaman, tapi juga peningkatan suhu terbesar dalam setahun di seluruh dekade, sebuah pengingat jika pemanasan planet yang disebabkan manusia tak tertahankan," sergahnya.

Mereka menggunakan data lautan dari seluruh sumber yang tersedia. Terungkap bahwa kenaikan suhu antara tahun 1987 ke 2019 empat setengah kali lipat lebih cepat dibanding antara 1955 sampai 1986.

Hal itu menyebabkan badai lebih besar dan cuaca ekstrim lebih sering timbul. "Ketika dunia dan laut memanas, itu mengubah jatuhnya hujan. Area kering jadi lebih kering, yang basah jadi lebih basah dan hujan akan terjadi lebih besar," papar John.

Lautan lebih panas menimbulkan pula lebih banyak es mencair sehingga level air laut melonjak. Ilmuwan memprediksi kenaikan sampai 1 meter pada akhir abad ini, yang mengancam kehidupan warga pesisir.



Simak Video "Tumpahan Minyak di Laut Mauritius Picu Kerusakan Lingkungan"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/)