Prediksi Musim Hujan dan Kemarau 2020, Apa Ada Anomali? - Halaman 2

Prediksi Musim Hujan dan Kemarau 2020, Apa Ada Anomali?

Tim - detikInet
Jumat, 01 Nov 2019 16:31 WIB
Halaman ke 2 dari 3
Prediksi Musim Hujan dan Kemarau 2020, Apa Ada Anomali?
Foto: Jabbar Ramdhani/detikcom

Hal ini menandai tahun 2020 diperkirakan tidak ada potensi anomali iklim yang berdampak pada curah hujan di Indonesia. Curah hujan akan cenderung sama dengan pola iklim normal. Musim kemarau umumnya akan dimulai bulan April - Mei hingga Oktober 2020.

Sedangkan wilayah di dekat ekuator, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Riau, musim kemarau pertama akan dimulai pada Februari - Maret 2020, sehingga tetap perlu diwaspadai untuk potensi kondisi kering, yang dapat berdampak karhutla di awal tahun pada wilayah dekat ekuator tersebut.

Musim Hujan dan Kemarau 2020 Normal

BMKG memaparkan, periode Musim Hujan (November 2019 - Maret 2020) masih sesuai dengan normalnya (klimatologi 1981-2010), namun dapat lebih basah dibandingkan tahun 2019, khususnya Sumatera dan Kalimantan bagian utara. Puncak Musim Hujan diprediksikan pada Januari-Februari 2020.

Demikian halnya awal musim kemarau diprakirakan mirip dengan normalnya, yaitu sekitar April - Mei 2020, dan berlangsung hingga Oktober.

Peluang terjadinya bencana hidrometeorologis (siklon tropis, hujan ekstrem, puting beliung, angin kencang, gelombang ekstrem, dan kekeringan iklim) tetap perlu diwaspadai meskipun diprediksi berkurang jumlah kejadian maupun kekuatannya pada kondisi iklim yang normal.

Pemenuhan dan penyimpanan cadangan air pada waduk, embung, kolam retensi, sistim polder dapat dilakukan lebih dini saat puncak musim hujan hingga peralihan musim, sehingga optimal untuk keperluan mendesak penanganan kebakaran hutan dan lahan serta kebutuhan pertanian.

(ke halaman selanjutnya)



(fyk/fay) (fyk/fay)