Minggu, 22 Sep 2019 19:08 WIB

Bos NASA Tak Yakin Daratkan Kembali Manusia di Bulan?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - NASA punya target kembali mendaratkan manusia di Bulan tahun 2024. Tapi misi itu sangat sulit karena beberapa faktor sehingga bos NASA memilih tidak terlalu sesumbar. Kalimat yang ia utarakan cenderung tidak begitu yakin.

Berbicara pada parlemen Amerika Serikat, Ken Bowersox selaku salah satu pejabat NASA menyatakan target tahun 2024 adalah hal bagus karena akan memfokuskan upaya NASA. Namun demikian, tujuan utama NASA bukan untuk memenuhi deadline itu.

"Kami akan melakukan yang terbaik untuk mencapai itu. Tapi, apa yang penting adalah kami akan meluncur jika sudah siap, bahwa kami akan meluncurkan misi yang sukses," cetusnya, dikutip detikINET dari Space.com.

"Kita punya banyak hal untuk dipadukan agar tujuan itu terjadi. Harus mendapatkan dana, harus menyeimbangkan sumber daya dan harus mengeksekusinya dengan sangat baik. Jadi ada banyak risiko untuk mencapai deadline itu, tapi kami ingin mencobanya," imbuh dia.


Rencana NASA ke Bulan disebut dengan nama Artemis. Beberapa perangkat misi Artemis sudah lama dikembangkan. Roket besar bernama Space Launch System (SLS) dan kapsul kru bernama Orion sudah dibuat selama sekitar 10 tahun. Keduanya diharapkan bisa uji coba terbang perdana pada 2021.

TAPI jadwal SLS tidak mulus, di mana penerbangan perdana sebenarnya diharapkan pada tahun 2017, kini sudah mundur sampai 2021. Ongkosnya bengkak dan ada kritik mengatakan NASA sebaiknya beralih memakai roket komersial yang sudah siap terbang. Apalagi biayanya lebih mura

Dan semuanya pasti akan bermuara ke masalah dana. Pemerintah sudah coba minta dana tambahan USD 1,6 miliar buat NASA tahun depan, di samping anggaran reguler. Total biaya program Artemis dalam 5 tahun ke depan butuh ekstra sangat tinggi, antara USD 20 sampai 30 miliar.


Masalahnya, Congress mungkin enggan mengeluarkan dana sebanyak itu karena beberapa kontroversi yang melingkupi NASA. Apalagi dana tambahan USD 1,6 miliar yang baru saja diminta berasal dari surplus beasiswa siswa miskin. Istilahnya, jadi tak pro rakyat miskin demi program antariksa.

Gabungan semua permasalahan menandakan pendaratan kembali ke Bulan penuh halangan. Dari ketidaksiapan perangkat sampai masalah dana. "Jika semua berjalan baik, sistem mungkin bekerja sesuai jadwal, tapi penundaan pada komponen utama dari proses itu bisa memperkecil peluang NASA memenuhi deadline 2024," tulis The Verge.

Simak Video "Video NASA Detik-detik Merkurius Lintasi Matahari"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)