Rabu, 04 Sep 2019 14:45 WIB

Satelit Eropa & Starlink-nya SpaceX Nyaris Jadi Sampah Antariksa

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: SpaceX Foto: SpaceX
Jakarta - Aeolus, satelit pengamatan Bumi milik Badan Antariksa Eropa (ESA), dan satelit internet kepunyaan SpaceX nyaris jadi sampah antariksa. Kedua wahana tersebut lolos dari tabrakan di lintasan orbit di awal pekan ini.

ESA mendapatkan informasi dari pihak militer Amerika Serikat (AS) bahwa ada probabilitas tabrakan 1 banding 1.000 antara Aelos dan Starlink 44, salah satu satelit dari 60 satelit pertama yang diluncurkan SpaceX di orbit.




Informasi tersebut kemudian jadi bahan koordinasi ESA dan SpaceX. Dalam perundingan tersebut, ESA-lah yang harus melakukan manuver karena SpaceX menolak untuk memindahkan jalur orbit satelitnya.

"Manuver itu terjadi sekitar 1/2 orbit sebelum terjadi potensi tabrakan. Setelah itu, #Aelos menghubungi ke rumah (Bumi) seperti biasa untuk mengirimkan kembali data sainsnya, membuktikan manuver itu berhasil dan tabrakan terhindari," kata pejabat ESA dikutip dari Space, Rabu (4/9/2019).

ESA menjelaskan jarang sekali ada manuver untuk menghindari satelit yang aktif. Kebanyakan hal itu dilakukan agar lolos dari hantaman satelit yang sudah mati atau sisa wahana antariksa yang sudah hancur akibat insiden tabrakan sebelumnya.




Diketahui, Aelos diterbangkan ESA pada Agustus 2018 yang mempunyai tugas memantau atmosfer dan cuaca Bumi, termasuk untuk memberikan pemahaman lebih lanjut terkait pola angin.

Sementara itu, Starlink 44 merupakan rangkaian 60 satelit yang diterbangkan SpaceX pada Mei kemarin. Wahana ini sebagai dasar konstelasi satelit internet. SpaceX sendiri berencana untuk meluncurkan hingga 12.000 unit Starlink ke orbit di masa mendatang.



Simak Video "Jatuh dari Langit, 'Satelit' Samsung Mendarat di Permukiman Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/krs)