Jumat, 19 Jul 2019 13:35 WIB

Prediksi Terbentuknya Superbenua Baru di Bumi

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Planet Bumi. Foto: NASA via Getty Images Planet Bumi. Foto: NASA via Getty Images
Jakarta - Jauh sebelum kita mengenal kondisi geografis Bumi seperti sekarang, ada yang namanya Pangea, atau Pangaea. Itu merupakan superbenua, alias gabungan dari seluruh lempeng benua saat ini, yang terbentuk sekitar 300an juta tahun silam, dan mulai terpisah pada 180 juta tahun lalu.

Bukan cuma Pangea. Sebuah tim yang beranggotakan para ahli geologi dari Universidade de Lisboa, Portugal, dan Bangor University, Wales, percaya bahwa tiap beberapa ratus juta tahun, benua-benua yang ada di Bumi akan dan membentuk sebuah superbenua.

Diperkirakan, superbenua berikutnya akan terbentuk pada kisaran 200-250 juta tahun ke depan. Pergeserannya sendiri disebut akan dimulai saat memasuki paruh kedua dari periode tersebut.

Dari situ, ada empat skenario yang diprediksi dapat terjadi. Semua skenario disebut masih memiliki keterkaitan dengan bagaimana Pangea terpisah dan kondisi pergerakan benua-benua di Bumi sekarang. Pemisahan Pangea sendiri menginisiasi pembentukan dari Samudra Atlantik, yang masih terus melebar hingga saat ini, sekaligus membuat Samudra Pasifik semakin menyempit.

Empat skenario yang disebutkan di atas sendiri masing-masing bernama Novoangea, Pangea Ultima, Aurica, dan Amasia. Berikut penjelasan tiap-tiap skenario tersebut:

1. Novopangea

Jika diasumsikan kondisi Bumi saat ini masih akan terus berlangsung ke depan, maka Samudra Atlantik akan terus melebar, sekaligus membuat Samudra Pasifik makin menyempit. Hal ini dapat memberikan petunjuk di mana lokasi superbenua berikutnya berada.

Berdasarkan kondisi tersebut, Amerika Utara dan Amerika Selatan akan bertabrakan dan menyatu, lalu bergerak ke Antartika. Akhirnya, ia akan bertumbukkan dengan Afrika dan Eurasia.

Novopangea.Novopangea. Foto: Istimewa


2. Pangea Ultima

Asumsi berikutnya, bisa jadi pelebaran Samudra Atlantik menunjukkan perlambatan nantinya, dan malah mulai menyempit. Jika kondisi ini yang terjadi, maka pergeseran lempeng di sana diprediksi akan melebar hingga ke pesisir timur Amerika Utara dan Amerika Selatan.

Hal tersebut dapat memicu pembentukan ulang dari Pangea dengan Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, dan Afrika menyatu kembali, menghasilkan apa yang dinamakan sebagai Pangea Ultima. Superbenua itu nantinya akan dikelilingi oleh Samudra Pasifik yang sangat luas.

Pangea Ultima.Pangea Ultima. Foto: Istimewa


3. Aurica

Skenario lain melibatkan kemungkinan pembentukan zona subduksi baru di Samudra Atlantik. Zona subduksi merupakan tempat pembenturan lempeng Bumi. Jika itu yang terjadi, maka baik Samudra Pasifik maupun Samudra Atlantik akan menutup. Itu berarti, samudra baru akan terbentuk menggantikan keduanya.

Dari situ, retakan Pan-Asia yang membelah Asia dari sebelah barat India hingga ke Samudra Arktik akan terbuka untuk membentuk lautan baru. Asia Timur, Amerika Selatan, dan Amerika Utara bakal menyatu dan menutup Samudra Pasifik. Sedangkan Eropa dan Afrika akan menempel dengan Amerika Selatan dan Amerika Utara sekaligus menutup Samudra Atlantik.



4. Amasia

Skenario ini menyebut sejumlah lempeng teknonik akan bergerak ke arah utara. Fenomena itu disebut sebagai anomali yang menjadi 'warisan' dari Pangea jauh di dalam mantel Bumi.

Hal ini diprediksi dapat membuat seluruh benua, kecuali Antartika, akan terus bergerak ke arah utara dan membentuk superbenua baru di Kutub Utara. Skenario ini juga menyebutkan bahwa Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik akan tetap eksis seperti sekarang.

Amasia.Amasia. Foto: Istimewa


Dengan adanya empat skenario di atas, observasi lebih lanjut masih harus dilakukan. Beberapa di antaranya adalah soal iklim di superbenua hingga evolusi kehidupan dalam menyesuaikan kondisi tersebut.

Menarik untuk dibuktikan apakah peradaban masa depan justru akan terjadi pada sbeuah superbenua seperti masa lalu atau tidak. Kalau menurut kamu, lebih bagus Bumi punya superbenua atau tidak?

Prediksi Terbentuknya Superbenua Baru di Bumi


Simak Video "Astronom Temukan Air di Planet Paling Mirip Bumi"
[Gambas:Video 20detik]
(mon/fyk)