Senin, 03 Jun 2019 16:44 WIB

Kaum Bumi Datar Sebut Tidak Percaya Pohon

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Konsep dunia menurut teori konspirasi Bumi datar. Foto: istimewa Konsep dunia menurut teori konspirasi Bumi datar. Foto: istimewa
FOKUS BERITA Perdebatan Bumi Datar
Jakarta - Para penganut paham konspirasi Bumi datar ternyata tak cuma tidak percaya bahwa planet yang kita huni sama-sama ini berbentuk mirip bola. Mereka pun tak memercayai eksistensi dari pohon.

Menurutnya, Bumi sudah tidak memiliki pohon yang 'asli'. Bagi mereka, pohon-pohon saat ini merupakan versi mini dari pohon raksasa dengan tinggi 20 mil, atau sekitar 32 km, yang sempat menghuni Bumi pada masa lalu, sebagaimana detikINET kutip dari Quartz, Senin (3/6/2019).


Singkatnya, apa yang kita pikir sebagai pohon saat ini sejatinya adalah semak-semak. Entah bagaimana para penganut teori konspirasi Bumi datar melihat apa yang kita kenal sebagai semak-semak saat ini.

Lebih lanjut, kelompok ini juga menerangkan bahwa masih terdapat sisa-sisa dari pohon 'asli' yang sempat ada di muka Bumi. Beberapa di antaranya adalah Devils Tower di Wyoming, Amerika Serikat dan Uluru di Australia.

Para penganut teori konspirasi Bumi datar meyakini jika bencana dahsyat menghancurkan biosfer planet ini, termasuk pohon-pohon di dalamnya. Ini yang menjadi dasar bahwa pohon-pohon sekarang cuma sisa-sisa yang berukuran mungil.

Devils Tower di Wyoming, Amerika Serikat.Devils Tower di Wyoming, Amerika Serikat. Foto: (National Park Service)
Taman Nasional Uluru di Australia.Taman Nasional Uluru di Australia. Foto: (lizmac39/Instagram)

Paham ini pertama kali muncul melalui video yang diunggah di YouTube pada 2016. Walau versi aslinya sudah hilang, berikut dengan akun pengunggahnya, namun versi remake dari video tersebut masih dapat ditemukan di platform tersebut.

Lantas, bagaimana ilmu pengetahuan melihat paham seperti ini? William Thomson, seorang arborist, atau spesialis penanam dan perawat pohon, menolak mentah-mentah teori ini. Menurutnya, ini sama saja dengan tidak memercayai kucing saat ini dan menyatakan bahwa hewan tersebut aslinya berukuran besar, seperti patung Sphinx di Mesir.

Ia mengatakan bahwa pohon-pohon yang ada di dunia ini asli. Sayangnya, manusia justru memperlakukannya dengan buruk, bukan cuma oleh kaum Bumi datar yang menyebutnya 'palsu'.


Sejak 1800 hingga 2010, lebih dari 2 miliar hektar hutan telah musnah. Hal ini mengakibatkan semakin banyaknya karbon yang dilepaskan ke atmosfer, sekaligus hilangnya habitat bagi sejumlah hewan.

Lagipula, pembenaran para penganut teori konspirasi Bumi datar pun juga terbilang lemah. Baik Devils Tower maupun Uluru merupakan batuan raksasa, bukan sisa pohon. Jadi, lebih baik kita rawat baik-baik pohon kita demi Bumi yang lebih asri untuk anak-anak dan cucu-cucu kita nanti. (mon/afr)
FOKUS BERITA Perdebatan Bumi Datar