Jentikan Thanos, Wabah Hitam, dan Kepunahan Dinosaurus - Halaman 2

Jentikan Thanos, Wabah Hitam, dan Kepunahan Dinosaurus

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 26 Apr 2019 20:38 WIB
Halaman ke 2 dari 2
Jentikan Thanos, Wabah Hitam, dan Kepunahan Dinosaurus
Foto: BBC Karangan Khas

Selain Black Death, ada lagi contoh nyata lenyapnya populasi yang lebih dahsyat. Yaitu kepunahan spesies dinosaurus secara besar-besaran pada jutaan tahun silam.

Penyebab persis lenyapnya dinosaurus memang masih jadi misteri dan perdebatan. Selama sekitar 165 juta tahun, beragam dinosaurus mendominasi tanah, laut dan langit.

Tapi 66 juta tahun silam, iklim dunia mendadak berubah drastis. Dinosaurus hidup nyaman di temperatur hangat dan menengah di era Mesozoic. Mendadak Bumi menjadi jauh lebih gelap dan lebih dingin.

Tanaman banyak yang mati dan makanan menjadi langka. Semua dinosaurus, kecuali nenek moyang burung modern, dan tiga perempat makhluk hidup di Bumi menjadi punah.

Teori utama yang mengemuka melibatkan jatuhnya asteroid serta gunung api raksasa. Kedua teori dimulai dengan metal langka bernama iridium. Elemen ini sangat jarang di permukaan Bumi, namun eksis di inti cair Bumi dan batu angkasa semacam asteroid.

Di bebatuan bawah bumi di area lautan dan benua, ada lapisan iridum tipis yang disebut ahli geologi sebagai K-T Boundary, poin dalam rekaman geologi di mana ada bukti kepunahan massal dinosaurus.

Meneliti lapisan ini, ilmuwan berspekulasi bahwa meteor raksasa selebar 9 kilometer pernah menghantam Bumi 66 juta tahun silam. Hantaman itu setara kekuatan 10 miliar bom nuklir dan menghasilkan awan masif serta debu iridium ke angkasa, menghalangi sinar matahari bertahun-tahun.

Ilmuwan menemukan kawah besar di semenanjung Yucatan di Meksiko yang mungkin saja merupakan tempat jatuhnya asteroid itu, yang menghasilkan kerusakan maksimum. Usianya pun sama dengan waktu punahnya dinosaurus, sekitar 66 juta tahun.

Tapi ada juga yang berpendapat lapisan iridium itu adalah sinyal aktivitas vulkanis. Gunung api dikatakan menjadi 'liar' dalam 40 juta tahun terakhir di era dinosaurus. Di bagian barat India sekarang, kala itu lava raksasa menyemburkan debu dari perut Bumi.

Setelah erupsi jutaan tahun, diyakini ada cukup debu untuk menghalangi cahaya matahari yang mengakibatkan bencana di Bumi. Gunung api juga dapat menghasilkan lapisan iridium itu di perut Bumi.

Teori tersebut mendapat tentangan bahwa tidak mungkin gunung api mengubah iklim secara sangat drastis dan membunuh semua dinosaurus. Teori lainnya berpendapat bisa jadi kepunahan dinosaurus adalah kombinasi kedua event yang mematikan itu.



(fyk/krs)
Halaman
(fyk/krs)