Seluk Beluk Lubang Hitam, Misteri Angkasa yang Mencengangkan - Halaman 2

Seluk Beluk Lubang Hitam, Misteri Angkasa yang Mencengangkan

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 11 Apr 2019 17:41 WIB
Halaman ke 2 dari 2
Seluk Beluk Lubang Hitam, Misteri Angkasa yang Mencengangkan
Ilustrasi lubang hitam. Foto: NASA

Albert Einstein pun pernah menyinggung soal eksistensi lubang hitam dalam teori relativitas umum yang ia buat pada tahun 1915, bahwa gravitasi mempengaruhi pergerakan cahaya. Ilmuwan ikonik ini menyatakan gravitasi sebagai sifat geometri dari ruang-waktu, yang mengarah pada fenomena seperti 'black hole' atau lubang hitam dan 'worm hole' atau lubang cacing.

Di pihak lain menurut lembaga antariksa NASA, lubang hitam adalah sebuah kawasan di luar angkasa yang memiliki gaya gravitasi serta kerapatan yang sangat tinggi, cukup kuat untuk 'membunuh bintang' dengan menyerap cahayanya sampai habis. Tak jauh berbeda dari teori-teori yang lain.

Hal lain soal lubang hitam yang menarik adalah massa yang dimilikinya. Sebuah teori mengungkap lubang hitam punya massa yang sangat berat, sampai-sampai massa bumi ternyata hanya setara dengan massa lubang hitam berdiameter tak sampai 1 cm.

Sedangkan untuk menyamai massa matahari yang sebegitu besarnya, lubang hitam nyatanya cuma perlu massa dengan ukuran diameter sebesar 3 km. Sebagai perbandingan, sebuah lubang hitam berkategori sedang disebut punya ukuran diameter hanya 30 km namun massanya bisa mencapai 10 pangkat 31 kg.

Selain itu lubang hitam juga punya suhu yang luar biasa panas yakni sekitar 25 ribu derajat celcius dan kecepatan laju yang super cepat yakni 11 km per detik.

Soal apa yang terjadi ketika objek masuk ke dalam lubang hitam seharusnya sudah terjawab sebelumnya, yakni hilang tanpa sisa. Namun karena masih berupa pengamatan, hal itu masih jadi perdebatan hingga sekarang.

Stephen Hawking sempat berpendapat bahwa objek bisa keluar dari lubang hitam, dengan terdapat kemungkinan menembus ke alam semesta yang lain. Walau begitu, para ilmuwan beranggapan bahwa kerapatan tinggi di dalam lubang hitam membuat cahaya sekali pun tidak dapat keluar setelah masuk ke dalamnya.

Masih menurut Stephen Hawking, lubang hitam tidak memiliki warna hitam sebagaimana yang sering digambarkan.

Bila manusia sudah bisa menghampiri lubang hitam untuk meneliti secara langsung, jawaban atas berbagai pertanyaan itu akan ditemukan. Tapi hal itu mungkin baru bisa dilakukan ratusan tahun lagi karena teknologi manusia yang ada sekarang mustahil mencapainya.

Jadi benar tidaknya lubang hitam bisa dipakai sebagai alat teleportasi, seperti misalnya yang digambarkan dalam film Interstellar karya Christopher Nolan, sampai sekarang masih sebatas cerita yang belum benar-benar terbukyi.



(fyk/krs) (fyk/krs)