Senin, 07 Jan 2019 18:03 WIB

Melihat Kota Suci Madinah dari Hasil Jepretan Satelit LAPAN

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto ilustrasi Kota Suci Madinah. (Foto: Fuad Fariz/detikcom) Foto ilustrasi Kota Suci Madinah. (Foto: Fuad Fariz/detikcom)
Jakarta - Baru-baru ini satelit milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memamerkan hasil jepretannya dari luar angkasa. Saat melewati Madinah, LAPAN pun tak membuang kesempatannya untuk memotret kota suci umat Islam tersebut.

LAPAN-A3, satelit hasil kolaborasi lembaga pemerintah nonkementerian ini dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), memperlihatkan bagaimana Madinah dilihat dari antariksa.

Seperti yang dipamerkan oleh LAPAN melalui akun-akun media sosialnya, baik di Twitter maupun Instagram, mereka menjelaskan bahwa Madinah kian menghijau karena banyak tumbuhan di sana.




Fakta itu bisa dilihat dari adanya warna merah, yang disebut LAPAN sebagai vegetasi alias terdapatnya tumbuh-tumbuhan.






LAPAN sendiri jarang mengungkap hasil pemantauan dari satelit miliknya ke publik. Foto Madinah ini seakan menjadi spesial yang dipaparkan oleh NASA-nya Indonesia tersebut.

Diketahui, LAPAN A3 yang meluncur pada 22 Juni 2016 lalu kini mengorbit di ketinggian 500 kilometer dari permukaan Bumi. Perlu waktu sampai 17 menit bagi satelit tersebut untuk mencapai orbit yang akan jadi lintasannya.




Satelit hasil karya anak bangsa ini diluncurkan dengan menumpang (piggyback) roket PSLV-C34 milik India. Peluncurannya menumpang misi utama peluncuran Cartosat, serta dua satelit buatan perguruan tinggi di India, yaitu Sathyabamasat dan Swayam.

Tak hanya Indonesia, beberapa negara juga ikut serta dalam misi peluncuran tersebut dengan cara piggyback. Mereka adalah Amerika Serikat (SkySat Gen2-1 dan Dove Satellites), Jerman (BIROS) dan Kanada (GHGSat-D dan M3Msat).

LAPAN-A3 akan mengelilingi bumi sebanyak 14 kali dan melintasi Indonesia empat kali setiap harinya. Satelit yang dikembangkan di Pusat Teknologi Satelit LAPAN, Rancabungur, Bogor ini nantinya akan difungsikan untuk pemantauan lahan pertanian dan wilayah perairan laut Indonesia, serta digunakan untuk pengukuran medan magnet bumi, dan uji eksperimen peralatan yang dikembangkan oleh enginer LAPAN.


(agt/krs)