Senin, 07 Jan 2019 17:30 WIB

Ada Startup Perintis Jalan untuk Melahirkan di Luar Angkasa

Virgina Maulita Putri - detikInet
Sebuah startup punya misi agar ibu hamil kelak bisa melahirkan di luar angkasa. (Foto ilustrasi Bumi: NASA via Getty Images) Sebuah startup punya misi agar ibu hamil kelak bisa melahirkan di luar angkasa. (Foto ilustrasi Bumi: NASA via Getty Images)
Jakarta - Bagaimana rasanya melahirkan di luar angkasa? Dalam beberapa tahun ke depan, pertanyaan itu mungkin bakal terjawab. Ada startup yang merintis jalan menuju proses persalinan di luar angkasa.

Adalah startup SpaceLife Origin yang memiliki misi mengirimkan ibu hamil ke luar angkasa untuk kemudian menjalani proses bersalin di sana -- alias melahirkan di luar angkasa.

Hal itu diungkap startup yang berbasis di Belanda tersebut lewat Missions Program 2020-2024. Menurut mereka, kesuksesannya dapat mempengaruhi rencana untuk membangun koloni di planet lain.




Chief Strategy and Innovation Officer SpaceLife Origin Egbert Edelbroek mengatakan, jika manusia ingin membangun koloni di tempat lain maka terlebih dulu harus dicari cara untuk melakukan reproduksi di luar angkasa.

"Pemukiman manusia di luar Bumi tidak akan ada gunanya tanpa belajar bagaimana mereproduksi di luar angkasa," ujar Edelbroek, seperti dikutip detikINET dari Futurism, Senin (7/1/2019).

Selama lima tahun ke depan, startup ini akan menyelesaikan beberapa misi terkait hal tersebut. Beberapa rencana yang telah dipaparkan oleh SpaceLife Origin antara lain mengirimkan sel reproduksi manusia ke luar angkasa sebagai antisipasi jika terjadi bencana di Bumi.




Selain itu, mereka juga akan mengembangkan 'Space-Embryo-Inkubator', yang mampu membuahi dan mengembangkan embrio di luar angkasa.

Puncaknya adalah mengirim ibu hamil, yang menjadi relawan dan ditemani tim medis, untuk melahirkan di luar angkasa dalam sebuah misi berdurasi 24-36 jam. Misi ini akan dilakukan di wahana antariksa yang berada 402 kilometer di atas Bumi.

Belum diketahui sudah sejauh mana persiapan SpaceLife Origin untuk memulai program ini. Tapi diperkirakan mereka akan menghadapi tantangan regulasi serta reaksi yang keras dari kelompok yang peduli terhadap kesehatan ibu dan anak yang terlibat.




(vim/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed