Senin, 07 Jan 2019 12:55 WIB

Gerhana Bulan 'Serigala' Sapa Bumi Bulan Ini

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Ilustrasi gerhana bulan total pada pertengahan tahun 2018 lalu. (Foto: Grandyos Zafna/detikcom) Ilustrasi gerhana bulan total pada pertengahan tahun 2018 lalu. (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Para penggemar fenomena langit sepertinya tak boleh ketinggalan peristiwa astronomi yang satu ini. Pada bulan pertama kalender 2019 akan muncul gerhana Bulan total yang sedikit berbeda dari gerhana pada umumnya.

Fenomena tersebut mendapat julukan Super Blood Wolf Moon. Lantas, apa yang membuatnya mendapat nama samaran yang sedikit "menyeramkan" itu? Pada dasarnya, Super Blood Wolf Moon adalah gabungan dari berbagai fenomena Bulan di langit Bumi.

Kata "Super" mewakili supermoon, yaitu peristiwa saat Bulan mengalami purnama sekaligus berada di titik terdekatnya dengan Bumi, sehingga menjadi lebih besar dan terang.

Lalu, sematan "Blood" muncul karena warna Bulan akan menjadi memerah seperti darah saat fenomena tersebut berlangsung. Hal ini bisa terjadi lantaran bayangan Bumi menutupi permukaan Bulan saat gerhana terjadi.

Yang menarik tentu hadirnya kata "Wolf". Ini bukan berarti bentuk Bulan akan seperti serigala saat fenomena tersebut menghiasi langit Bumi. Hal tersebut lantaran Super Blood Wolf Moon bertepatan dengan purnama pertama di tahun ini. Di belahan Bumi sebelah utara, purnama pertama tiap tahun sering disebut sebagai "wolf moon", karena serigala ramai-ramai melolong pada saat itu.

Super Blood Wolf Moon sendiri akan tampak di langit Amerika Selatan, Amerika Utara, serta sebagian daerah di sebelah barat Eropa dan Afrika. Sedangkan kawasan lain di Afrika, Eropa, dan Asia akan melihat sebagian dari gerhana tersebut.

Fenomena tersebut akan berlangsung mulai Minggu (20/1/2018) malam waktu AS. Sedangkan puncaknya terjadi pada Senin (21/1/2018) dini hari waktu setempat, sebagaimana detikINET kutip dari NBC News, Senin (7/1/2018).

Sekadar informasi, gerhana Bulan total tidak akan terjadi lagi di Bumi sampai 2021 mendatang. Lebih spesifik, fenomena tersebut baru akan muncul pada 26 Mei 2021.


(mon/krs)