Jumat, 27 Jul 2018 15:25 WIB

Catat Kembali Waktu Gerhana Bulan Total Malam Ini

Agus Tri Haryanto - detikInet
Gerhana Bulan. Foto: Rachman Haryanto Gerhana Bulan. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Langit malam ini, tepatnya dini hari (28/7) akan dihiasi gerhana bulan total terlama di abad ke-21. Maka ada baiknya mengetahui detik-detik peristiwa alam tersebut, apalagi itu bisa disaksikan langsung oleh masyarakat Indonesia.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengatakan bahwa proses gerhana bulan total ini akan berlangsung sejak pukul 00.14 WIB, itu ditandai dengan Bulan memasuki penumbra Bumi.

Fase totalnya sendiri dimulai pukul 02.30 - 04.13 WIB. Waktu fase total tersebut yang menahbiskan gerhana bulan total kali ini jadi yang paling lama terjadi di abad ke-21.



"Uniknya, gerhana bulan tersebut akan menjadi gerhana bulan dengan durasi gerhana total terlama dalam abad ke-21, yaitu selama 1 jam 43 menit," ujar Kabag Humas LAPAN Jasyanto dikutip dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (27/8/2018).

Jasyanto menjelaskan, hal tersebut dapat disebabkan karena lintasan Bulan hampir mendekati garis tengah lingkaran bayangan gelap (umbra) Bumi pada saat itu. Sehingga Bulan akan berada dalam bayangan tersebut dalam waktu yang relatif lebih lama.

Selain itu, jarak Bumi-Bulan juga berpengaruh, lintasan Bulan mengelilingi Bumi tidaklah lingkaran sempurna, tetapi berbentuk sedikit lonjong.

"Sehingga ada kalanya Bulan berada dekat dengan Bumi dan ada kalanya Bulan berada lebih jauh dari Bumi," ucapnya.

Saat 27 Juli, Jasyanto mengungkapkan bahwa Bulan berada di titik terjauhnya dari Bumi (apoge). Hal ini menngakibaktan Bulan terlihat sedikit lebih kecil bila diamati dari Bumi dan membutuhkan waktu yang relatif lebih lama untuk melewati bayangan gelap Bumi tersebut.

"Untuk faktor yang kedua inilah Bulan purnama yang terjadi ketika Bulan berada di titik terjauhnya dari Bumi disebut juga micro moon," kata Jasyanto.



Salah satu fenomena yang menarik saat gerhana bulan total terjadi adalah berubahnya warna Bulan menjadi kemerahan. Perubahan warna ini diakibatkan oleh adanya cahaya Matahari yang dibiaskan oleh atmosfer Bumi.

"Bulan menjadi berwarna kemerahan karena warna-warna lain dihamburkan oleh atmosfer Bumi, sedangkan cahaya berwarna merah lebih mudah untuk diteruskan," imbuh dia.

"Warna ini juga dipengaruhi oleh banyaknya debu dan partikel di atmosfer Bumi. Semakin banyak debu, semakin gelap warna Bulan. Jika Bumi tidak memiliki atmosfer, maka Bulan akan menjadi gelap total ketika gerhana bulan total terjadi," tandas Jasyanto.

Berikut waktu dari proses gerhana bulan total 28 Juli 2018, dini hari malam ini:

- Bulan memasuki penumbra Bumi/gerhana bulan penumbra mulai (P1): 00.14 WIB
- Bulan memasuki umbra Bumi/gerhana bulan sebagian mulai (U1): 01.24 WIB
- Gerhana bulan total mulai (U2): 02.30 WIB
Puncak gerhana bulan total: 03.21 WIB
- Gerhana bulan total selesai (U3): 04.13 WIB
- Bulan meninggalkan umbra Bumi/gerhana bulan sebagian selesai (U4): 05.19 WIB
- Bulan meninggalkan penumbra Bumi/gerhana bulan penumbra selesai (P4): 06.28 WIB (agt/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed