Minggu, 15 Apr 2018 12:12 WIB

Mengenal Tomahawk, Rudal yang Membombardir Suriah

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Ford Williams/Courtesy U.S. Navy/Handout via REUTERS Foto: Ford Williams/Courtesy U.S. Navy/Handout via REUTERS
Jakarta - Amerika Serikat telah melayangkan serangan udara ke Suriah menggunakan puluhan misil berbobot ribuan kilogram bernama Tomahawk.

Serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat, dengan bantuan dari Inggris dan Prancis, terhadap Suriah memunculkan nama Tomahawk sebagai salah satu rudal yang mencuri perhatian.

Berdasarkan keterangan dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat, misil tersebut merupakan yang paling banyak digunakan dalam penyerangan tersebut.

Seperti detikINET kutip dari CNN, Minggu (15/4/2018), lembaga yang berkantor pusat di Pentagon itu menyebutkan bahwa sekitar 69 dari total 105 misil yang dilepaskan ke negara berpenduduk lebih dari 18 juta tersebut merupakan Tomahawk. Hal ini tidak mengherankan jika melihat teknologi yang dimiliki oleh misil tersebut.



Tomahawk merupakan ciptaan Raytheon, perusahaan yang fokus pada pertahanan nasional dan keamanan siber. Misil yang ditanamkan GPS akurasi tinggi ini bisa ditembakkan dari kapal laut maupun kapal selam dengan kecepatan mencapai 890 kilometer per jam.

Misil yang sudah mulai beroperasi sejak 1983 ini memiliki bobot 1.300 kilogram, panjang 5,56 meter, serta hulu ledak seberat 450 kilogram. Sebelumnya, Tomahawk sempat diamunisikan dengan tenaga nuklir, namun kini diganti menjadi peledak konvensional.

Versi terbaru dari misil tersebut, Tomahawk Block IV, bahkan memiliki sistem hubungan data dari satelit dua arah bernama Tactical Tomahawk Weapons Control System (TTWCS) yang memungkinkannya untuk mengubah sasaran walaupun sudah ditembakkan.

Dalam situs resminya, Raytheon menyebutkan bahwa Tomahawk sudah ditembakkan lebih dari 2.000 kali oleh Amerika Serikat dan sekutunya.

Ke depannya, pihak Raytheon dan Angkatan Laut Amerika Serikat tengah mengembangkan misil tersebut dengan jaringan komunikasi yang lebih baik, hingga kemampuan untuk mengincar target bergerak di laut maupun di darat dalam kondisi gelap dan cuaca buruk sekalipun. (rou/rou)
Foto: Ford Williams/Courtesy U.S. Navy/Handout via REUTERS
Foto: Ford Williams/Courtesy U.S. Navy/Handout via REUTERS
Foto: Reuters
Foto: Dok. Reuters
Foto: Dok. Reuters
Foto: Dok. Reuters
Foto: Dok. Reuters
Foto: Dok. Reuters
Foto: GettyImages/Ford Williams
Foto: GettyImages/Ford Williams
Foto: Reuters/Robert S. Price
Foto: Reuters/Robert S. Price
Foto: Dok. Reuters
Foto: GettyImages/Ford Williams
Foto: GettyImages/Ford Williams
Foto: GettyImages/Ford Williams
Foto: GettyImages/Ford Williams
Foto: GettyImages/Ford Williams
Foto: Reuters
Foto: Getty Images
Foto: Ford Williams/Courtesy U.S. Navy/Handout via REUTERS
Foto: GettyImages/Ford Williams
Foto: GettyImages/Ford Williams

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Fotostop: Kemenangan Ramadan Kuis

    Fotostop: Kemenangan Ramadan

    Rabu, 20 Jun 2018 17:00 WIB
    Ramadan tiba! Bulan yang dinantikan dan dirindukan umat muslim ini tentu saja disambut suka cita. Ayo meriahkan dengan mengabadikannya lewat bidikan kamera.