Samsung Galaxy A27 5G hadir sebagai penerus Galaxy A26 5G dengan sejumlah perubahan penting. Ponsel Rp 5 jutaan ini kini menggunakan chipset Snapdragon, desain punch-hole yang lebih modern, fitur Galaxy AI, dan dijanjikan mendapat pembaruan software hingga enam tahun.
Namun tidak semua perubahan Galaxy A27 5G merupakan peningkatan. Samsung justru memangkas beberapa fitur dibanding pendahulunya, termasuk rating ketahanan air dari IP67 menjadi IP64 dan kamera ultrawide dari 8 MP menjadi 5 MP.
Lantas, dengan harga mulai Rp 5 jutaan, apakah Samsung Galaxy A27 5G masih layak dibeli?
Desain
Galaxy A27 5G memiliki dimensi 162,4 x 78,2 x 7,8 mm dengan bobot 200 gram. Bagian depan dan belakang menggunakan Gorilla Glass Victus+, sedangkan frame masih berbahan plastik.
Perubahan paling kentara terlihat di bagian depan. Samsung akhirnya meninggalkan notch teardrop dan menggantinya dengan punch-hole Infinity-O untuk menampung kamera selfie 12 MP. Tampilannya pun terasa lebih modern, meski bezel di sisi dan bagian bawah masih cukup tebal.
Bagian belakang menggunakan susunan kamera vertikal dengan finishing glossy. Kekurangannya, permukaan ini mudah meninggalkan bekas sidik jari.
Ada satu downgrade yang patut diperhatikan. Galaxy A27 5G hanya mengantongi sertifikasi IP64, turun dari IP67 pada Galaxy A26 5G. Artinya perangkat terlindungi dari debu dan percikan air, tetapi tidak dirancang untuk direndam dalam air.
Sensor sidik jari ditempatkan di tombol daya pada sisi bodi dan bekerja cukup responsif.
Layar
Salah satu daya tarik utama Galaxy A27 5G ada pada layarnya. Samsung membekali ponsel ini dengan panel Super AMOLED 6,7 inch beresolusi Full HD+ (1080 x 2340 pixel) dan refresh rate 120 Hz, sehingga scrolling, navigasi antarmuka, hingga bermain game terasa mulus.
Dibanding generasi sebelumnya, bezel layar dibuat lebih tipis untuk memberikan area pandang yang terasa lebih luas dan imersif. Desain punch-hole Infinity-O yang menggantikan notch teardrop memberikan rasa lebih nyaman di mata saat menonton video, bermain game, maupun browsing.
Samsung turut menyematkan Vision Booster, teknologi yang membantu menjaga tampilan layar tetap terang dan jelas ketika digunakan dalam kondisi pencahayaan tinggi. Kecerahan puncaknya diklaim mencapai 1.400 nits, hasilnya layar tetap cukup nyaman digunakan di luar ruangan, meski di bawah sinar Matahari terik kecerahan perlu dinaikkan.
Sayangnya, pengalaman multimedia yang bagus dari layar belum diimbangi sektor audio. Galaxy A27 5G masih mengandalkan satu speaker mono yang mengarah ke bawah, sehingga suara terasa kurang imersif dan minim bass dibanding sejumlah ponsel sekelas yang sudah menggunakan speaker stereo.
Galaxy AI dan Update 6 Tahun
Galaxy A27 5G menjalankan Android 16 dengan One UI 8.5. Salah satu nilai jual terbesarnya adalah komitmen Samsung memberikan enam generasi pembaruan OS serta enam tahun update keamanan.
Ini membuat Galaxy A27 5G menarik bagi pengguna yang berencana memakai ponsel dalam jangka panjang.
Sejumlah fitur AI turut tersedia, antara lain Circle to Search untuk mencari informasi dari objek di layar, Object Eraser untuk menghapus objek pada foto, Voice Transcription, Best Face, dan Auto Trim.
Pengguna juga dapat mengakses Google Gemini dan Perplexity. Untuk keamanan, Samsung menyematkan Knox dan Knox Vault guna melindungi data sensitif.
(afr/afr)