Review Galaxy Z Fold 2, Ponsel 'Sultan' yang Tak Sekadar Mewah - Halaman 2

Review Galaxy Z Fold 2, Ponsel 'Sultan' yang Tak Sekadar Mewah

Adi Fida Rahman - detikInet
Rabu, 23 Sep 2020 07:44 WIB
Galaxy Z Fold 2
Galaxy Z Fold 2, tak sekadar mewah. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Fleksibel

Mode Flex bikin pengalaman menggunakan ponsel layar lipat jauh lebih maksimal. Jadi tidak sekadar menawarkan sensasi melipat layar seperti Galaxy Fold.

Ketika memutar video misalnya, kita dimungkinkan menonton lewat layar bagian cover dengan posisi terangkat 45 derajat. Ya layaknya menggunakan notebook 2-in-1, jadi tidak perlu penyangga.

Kita pun bisa menonton lewat layar bagian dalam dengan posisi seperti sedang membuka laptop. Menariknya sejumlah aplikasi membagi dua bagian layar saat mode ini digunakan. Bagian atas menayangkan video, sementara di bagian bawah menampilkan pengontrolan.

Satu hal yang menarik, Samsung memberikan kemampuan yang mereka sebut App Continuity. Jadi apa yang dijalankan di layar cover akan langsung terbuka di layar utama ketika membuka bagian dalam Galaxy Z Fold 2. Tak hanya ketika menjalankan aplikasi, ini berlaku saat memutar video.

Galaxy Z Fold 2Memutar video di layar cover Galaxy Z Fold 2 Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Galaxy Z Fold 2Bagian atas memutar video, bagian bawah thumbnail video Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Multitasking

Soal Multitasking, Galaxy Z Fold 2 sama maksimalnya dengan Galaxy Note 20 series. Bedanya ponsel ini tidak dibekali S Pen saja.

Namun ada fitur yang tidak bisa dilakukan di Galaxy Note 20 series. Kita bisa membuka tiga aplikasi secara bersandingan dalam satu layar. Jadi bisa menonton video, sembari membalas pesan dan membaca email.

Galaxy Z Fold 2 juga punya drag and drop yang mempermudah pekerjaan. Kita tinggal pilih file atau teks, lalu drag dan drop ke aplikasi yang dibuka bersandingan.

Galaxy Z Fold 2Galaxy Z Fold 2 bisa membuka tiga aplikasi bersandingan dalam satu layar. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Uniknya lagi ada Split Screen Capture saat menjalankan aplikasi bersandingan. Fitur ini akan men-screenshot seluruh layar, namun pengguna diberikan pilihan hasil masing-masing jendela.

Layaknya ponsel flagship Samsung, fitur DeX turut disediakan, namun tidak bisa digunakan langsung layaknya Galaxy Tab S7+. DeX akan muncul ketika tersambung ke laptop menggunakan kabel, atau ke Smart TV secara wireless. Setelah terkoneksi seketika kita mendapatkan sebuah desktop.

Tersedia fitur Link to Windows. Ini semacam emulator, kita bisa menjalankan sejumlah aplikasi di PC berbasis Windows. Tak perlu lagi lirik smartphone ketika harus fokus dengan layar komputer.

Selanjutnya kamera...



Simak Video "Hp Keren Tapi Rp 33 Juta, Hmm..."
[Gambas:Video 20detik]