Selasa, 23 Apr 2019 06:07 WIB

Review

Huawei P30 Pro, Mantap Buat Foto-foto

Rachmatunnisa - detikInet
Huawei P30 Pro. Foto: Rachmatunnisa/detikINET Huawei P30 Pro. Foto: Rachmatunnisa/detikINET
Jakarta - Huawei P30 Pro sukses memunculkan hype. Pecinta gadget, terutama penyuka fotografi mobile, penasaran dengan kameranya. Tak heran, karena ini memang jadi jualan utama yang diumbar Huawei saat memperkenalkannya.

Untuk diketahui, seri tertinggi P30 Series ini dibekali kamera mumpuni yang saat tulisan ini dibuat, sedang menjadi raja DXoMark. Tapi tak cuma soal kamera, P30 Pro tentunya juga dibekali sejumlah fitur kelas flagship lainnya.


Apakah performanya sesuai dengan yang diumbar di panggung peluncuran? Simak pengalaman detikINET memakai Huawei P30 Pro.

Huawei P30 Pro Huawei P30 Pro mengusung layar OLED 6,47 inch. Foto: Rachmatunisa/detikcom

Desain dan display

Unit P30 Pro yang diterima detikINET adalah Aurora. Warna ini merupakan gradasi biru, ungu dan sedikit hijau yang menarik.

Dengan dimensi 158 x 73,4 x 8,4 mm, P30 Pro cukup nyaman digenggam. Rasanya memang lebih berat dibandingkan P20 Pro, karena setelah dicermati spesifikasinya, P30 Pro punya bobot 192 gram (P20 Pro bobotnya 180 gram).

Dari segi tampilan, tampak perbedaan signifikan pada Huawei P30 Pro dibandingkan pendahulunya. Jika P20 Pro merasa cukup dengan mengusung layar Full View Display, di P30 Pro, Huawei membuatnya lebih lebar dengan desain lengkung atau curve di sisi kiri dan kanannya.

P30 Pro mengusung layar OLED 6,47 inch dengan resolusi 2,340 x 1,080 pixel. Kualitas display tak perlu diragukan. Reproduksi warna dalam menampilkan hasil foto maupun konten lain di smartphone ini sangat baik, begitu juga dengan view angle dan penggunaan outdoor tidak ada komplain.

Huawei P30 Pro Desain layar curve ke sisi kiri dan kanan. Foto: Rachmatunisa/detikcom

Pada bagian atas layar, terdapat notch dengan desain water drop tempat dibenamkannya kamera selfie 32 MP. Pada layar P30 Pro ini pula, disematkan teknologi Acoustic Display yang mengeluarkan suara lewat layar ponsel. Ini menguntungkan penerimaan suara saat menelepon.

Bagian layar juga menjadi tempat Huawei menempatkan tombol navigasi utama home dan back. Selain itu, ada sensor pemindai sidik jari di dalam layar.

Selama pemakaian, pemindai sidik jari ini berfungsi mulus dan gegas saat digunakan membuka layar, bahkan saat proses penekanan dilakukan jari pada beberapa posisi berbeda.

Huawei P30 Pro Di bagian bawah terdapat lubang speaker, slot USB Type-C dan slot SIM card. Foto: Rachmatunisa/detikcom

Di bagian sisi, ada dua tombol fisik menghiasi bagian kanan Huawei P30 Pro yaitu untuk power dan volume. Sementara itu, di sisi kirinya terlihat 'bersih' tidak ada tombol apapun.

Pada bagian bawah, ditempatkan lubang speaker yang secara keseluruhan sudah baik untuk berbagai konten multimedia, slot USB Type-C untuk pengisian daya, lubang microphone dan slot SIM card.

Berbeda dengan seri P30, slot SIM card di P30 Pro lebih hemat tempat karena memakai slot hybrid yang bolak-balik dengan Nano Memory (NM).

Huawei P30 Pro Tray SIM card dan NM card di satu tempat secara bolak-balik. Foto: Rachmatunnisa/detikINET


Kalau kalian memerlukan storage tambahan, siapkan dana lebih karena harus pakai NM card Huawei yang harganya lebih mahal dari MicroSD.

Di P30 Pro tidak ada jack audio 3,5 mm untuk earphone. Karenanya, Huawei menyediakan earphone yang koneksinya sudah USB Type-C di dalam kotak kemasan. Sayangnya, tidak disertakan konektor USB Type-C tambahan dalam kemasan ini.

Beralih ke bagian belakang, sekilas terlihat hanya ada tiga kamera yang disusun berderet secara vertikal di bagian belakangnya.

Namun sebenarnya, ada kamera keempat yang ukurannya lebih kecil, yakni ditempatkan di samping tiga kamera yang berderet vertikal, tepatnya di bawah LED flash. Label sensor Leica dan logo Huawei terlihat di bagian belakang ponsel ini.


Huawei P30 Pro Bagian belakang Huawei P30 Pro dengan empat kamera. Foto: Rachmatunisa/detikcom


Sesuai kelasnya, feel casing ini terasa premium. Material yang membungkus Huawei P30 Pro terdiri dari kombinasi aluminium di bagian pinggirannya yang membingkai material kaca pada body belakang dan depannya.



Huawei P30 Pro Menjajal P30 Pro. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

Performa


Sebelum lanjut ke soal performanya, perlu diketahui kalau unit P30 Pro yang detikINET uji adalah versi RAM 8 GB dengan kapasitas penyimpanan 256 GB dan firmware terbaru versi 9.1.0.124.

P30 Pro menggunakan chipset yang sama dengan yang dipakai Mate 20 Pro, yakni Kirin 980. Secara tertulis, skor yang didapatkan Huawei P30 Pro di aplikasi pengujian benchmark AnTuTu adalah 316255 sedangkan di Geekbench 3323 untuk single core, serta 9948 untuk multi core.

Dalam pemakaian real, performa ponsel secara keseluruhan sudah cepat. Pengoperasian multitasking seperti membuka 10 aplikasi bersamaan, termasuk browser dengan lebih dari 20 tab aktif, sama sekali tak ada kendala.

Huawei P30 Pro Skor di Antutu.

Huawei P30 Pro Skor di Geekbench.

Ketika dipakai bermain game, beberapa game ringan hingga berat yang dijajal detikINET bisa berjalan lancar tanpa isu dengan setelan grafis maksimal.

Pada sistem operasinya, Huawei P30 Pro sudah menggunakan sistem operasi Android 9 yang dibalut dengan EMUI 9.1. Secara bawaan, aplikasi di EMUI 9.1 ditampilkan semua di layar home tanpa drawer aplikasi. Tapi ini bisa diubah di bagian pengaturan untuk memunculkan drawer aplikasi.

Secara tampilan dan 'rasa' UI, tidak ada perbedaan signifikan dengan flagship sebelumnya. EMUI 9 terlihat cukup simpel tapi kaya fitur. Banyak fungsi yang dibenamkan Huawei di user interface ini.

Pada panel notifikasi, sudah dihadirkan fungsi perekam layar atau screen recorder dan screenshot. Opsi untuk melakukan screenshot dan merekam layar beragam, bisa lewat panel notifikasi, bisa dengan menekan tombol volume down dan power secara bersamaan, bisa juga dengan mengetuk layar. Cara terakhir bisa diatur pada pengaturan di bagian 'Motion Control'.

Fitur lain yang tidak baru tapi berguna ada Phone Manager yang memudahkan user mengoptimalisasi ponsel hanya dengan satu tombol. Kelengkapan lainnya di EMUI 9 adalah banyaknya aplikasi yang sudah tersedia atau pre installed. Aplikasi buatan Huawei juga cukup banyak. Beberapa di antaranya mungkin berguna, seperti Optimizer untuk optimalisasi ponsel, ada juga Phone Clone yang memudahkan transfer data dari ponsel lama.

Satu hal yang menjadi catatan pada UI ini adalah fungsi visual shopping pada HiTouch yang mengganggu. Saat melakukan pinch untuk zoom in atau zoom out, Hi Touch akan mendeteksinya dan mengarahkan pada halaman berisi berbagai e-commerce.

Halaman e-commerce ini menampilkan produk yang mirip dengan objek yang dideteksinya. Untungnya, fungsi HiTouch bisa dinonaktifkan lewat pengaturan di bagian Smart Assistance.
Huawei P30 Pro P30 Pro punya baterai 4.200 mAh. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

Baterai


Dari sisi baterai, P30 Pro dibekali daya sebesar 4.200 mAh. Daya ini jadi modal besar untuk sebuah perangkat bisa awet saat dipakai.

Dalam penggunaan sedang hingga berat, P30 Pro mampu bertahan hingga satu setengah hari dalam sekali charge. Kalaupun kehabisan baterai saat sedang memakainya, tak perlu khawatir karena pengisian ulang baterai berlangsung cepat.

Lewat pengisian cepat dengan menggunakan colokan bawaannya, P30 Pro hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk mengisi daya baterai dari level 15% ke 100%. Ponsel ini juga bisa jadi powerbank karena kemampuan reverse wireless charging yang dibenamkan.

Huawei P30 Pro Empat kamera belakang P30 Pro. Foto: Rachmatunisa/detikcom


Kamera

Ini dia yang paling ditunggu. Fitur jagoan dari P30 Pro memang terletak pada empat kameranya yang didesain oleh Leica.

Tiga kamera yang berderet secara vertikal terdiri dari kamera utama 40 MP (27mm, f/1.6), kamera ultra wide angle 20 MP (16mm ultrawide sensor, f/2.2) dan kamera telephoto 8 MP dengan SuperZoom Lens (5x optical periscope prism f/3.4).

Di sampingnya, adalah sensor kamera keempat yakni TOF alias time-of-flight yang berukuran paling kecil dan diletakkan terpisah di bawah LED flash.

Sejumlah hal yang menjadi highlight kemampuan baru kamera P30 Pro yakni kemampuan zoom dan night mode yang ditingkatkan serta dual view video.

Untuk fitur andalan yang disebutkan terakhir, sayangnya belum tersedia di unit yang diuji detikINET, jadi perlu menunggu update software berikutnya. Namun sebelumnya, pada sesi hands on saat peluncuran, detikINET sudah menjajalnya.

Secara ringkas, fitur ini memungkinkan pengguna menggunakan dua lensa secara terpisah sehingga memberikan tampilan ganda pada layar, satu close-up, sedangkan sebelahnya wide-angle.

Meski tidak terlalu signifikan fungsinya, dual view video cukup menarik untuk memberi sentuhan berbeda pada beberapa scene bagi para pembuat video atau yang hobi nge-vlog.

Huawei P30 Pro Fungsi Dual View video. Foto: Rachmatunnisa/detikINET


Nah, sekarang mari membahas kemampuan memotretnya. Pada kamera utama, disematkan teknologi super spectrum sensor untuk menghasilkan foto yang bagus di kondisi gelap.

Disematkan juga kombinasi teknologi dual optical image stabilization (OIS) dan AI image stabilization (AIS) agar kamera tetap stabil ketika digunakan.

Untuk foto dengan mode zoom, kamera telephoto di P30 Pro menyediakan level optic zoom 5x, hybrid zoom 10x, dan digital zoom 50x.

Jika melihat spesifikasi kameranya, kemampuan P30 Pro tak hanya dalam mengambil gambar di kondisi minim cahaya, tetapi juga memotret zoom yang terbilang mengesankan. Bagaimana hasil pengujiannya?

Dari hasil pengujian sejauh ini, spesifikasi fotografi P30 Pro terlihat bukan sekadar klaim di atas kertas. Dalam beragam kondisi, hasil jepretannya mengesankan.

Foto-foto dalam mode auto by default saja sudah bagus. Detail foto terlihat, begitu juga dengan dynamic range-nya. Berkaitan soal warnanya, memang tergantung selera masing-masing. Namun yang jelas, ada peningkatan pada penerapan AI-nya yang cukup proporsional, tidak se-lebay di seri P20 Pro.

Fitur night mode untuk foto minim cahaya bahkan nyaris gelap gulita pun masih terlihat. Ini yang dimaksud Huawei dengan tagline see in the dark untuk membanggakan kemampuan memotret gelap pada P30 Pro.

Huawei P30 Pro Fitur kamera P30 Pro sangat lengkap. Foto: Rachmatunnisa/detikINET


Untuk fitur night mode-nya sendiri mampu menghasilkan jepretan yang tak hanya terang, tetapi detail. Namun untuk menggunakan mode ini, kita harus menahan smartphone tidak bergerak selama kurang lebih 5 detik.

Kemampuan zoom-nya pun tak kalah oke dalam menghasilkan detail. Namun dalam catatan detikINET, foto zoom terlihat detail dalam kondisi terang atau diambil outdoor. Jika zoom diambil di dalam ruangan atau kondisi kurang cahaya, kualitas gambarnya tidak begitu baik.

Kemudian sensor ultra wide angle. Sesuai namanya, sensor ini bisa menjepret dengan sudut pengambilan gambar lebih luas. Mode ini bermanfaat ketika ingin menangkap gambar pemandangan dari sudut lebih lebar.

Selanjutnya, ada sensor ToF. Salah satu kegunaannya antara lain untuk foto bokeh atau potrait lebih detail. Sensor ini akan langsung menyesuaikan sejumlah hal termasuk mode dan pengaturan tertentu untuk menghasilkan efek bokeh yang natural di kondisi terang maupun gelap.

Namun pada beberapa situasi, terkadang efek bokeh yang dihasilkan terlihat kurang natural. Jangan khawatir, ini jarang terjadi. Sebagian besar hasil fotonya terlihat natural kok.

Pada bagian kamera depannya, Huawei menyematkan kamera 32 MP. Kamera depan ini dibekali AI HDR. Keuntungannya, kualitas foto-foto selfie mengalami peningkatan dibandingkan seri flagship Huawei sebelumnya, terutama saat kondisi gelap atau backlight.

Untuk pengambilan video menggunakan P30 Pro terbilang berjalan mulus dan cukup stabil. Ada beberapa format recording mulai dari 720p HD, 1080p FHD hingga 4K UHD.

Namun yang jelas, kamera P30 Pro ini punya fitur yang lengkap, ada night mode, wide, optical zoom dan hybrid zoom. Jika menu kamera digeser, masih banyak lagi fungsi lain seperti HDR, slow-mo, time lapse, light panting, panorama, super macro, dan lain-lain, semua ada. Kualitasnya pun tidak menurun jauh dibandingkan kamera utamanya.

Untuk melihat foto-foto Huawei P30 Pro, langsung saja lihat di bawah ini.

Huawei P30 Pro Mode auto outdoor. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

Huawei P30 Pro Mode auto indoor. Foto: Rachmatunnisa/detikINET
Huawei P30 Pro Mode auto terang. Foto: detikINET

Huawei P30 Pro Mode auto gelap. Foto: detikINET

Huawei P30 Pro Mode auto terang. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

Huawei P30 Pro Mode auto gelap. Foto: detikINET

Huawei P30 Pro Portrait terang. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

Huawei P30 Pro Portrait gelap. Foto: detikINET

Huawei P30 Pro Mode auto (kiri) - night mode (kanan). Foto: detikINET

Huawei P30 Pro Mode auto (kiri) - night mode (kanan). Foto: detikINET

Huawei P30 Pro Mode auto (kiri) - night mode (kanan). Foto: detikINET

Huawei P30 Pro Mode auto - ultra wide. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

Huawei P30 Pro Perbandingan hasil zoom. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

Huawei P30 Pro Kamera depan terang dan gelap. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

Kesimpulan

Konfigurasi empat sensor kamera belakang kamera P30 Pro jago menghasilkan foto berkualitas dalam berbagai situasi, terutama saat gelap.

Ini jadi modal yang kuat untuk memikat para penyuka fotografi mobile. Apalagi dikombinasikan dengan performa powerful serta baterainya yang awet dan bisa diisi ulang dengan cepat, P30 Pro bisa jadi andalan saat diajak berpergian.

Bagi yang merasa tidak cukup dengan storage yang tersedia, perlu dipertimbangkan bahwa ponsel ini menggunakan nano memory yang lebih mahal dibandingkan MicroSD biasa.

Secara keseluruhan, selain desain premium, build quality yang baik dan performa mumpuni kelas flagship, P30 Pro adalah ponsel yang punya keunggulan di kamera, sesuai dengan yang diumbar saat peluncuran.


Tonton juga video Sempat Ragu, Ini Pengalaman Alexander Thian Pakai Huawei P30 Pro:

[Gambas:Video 20detik]

(rns/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed