BERITA TERBARU
Jumat, 19 Mei 2017 10:38 WIB

Hands On

Aplikasi ini Bikin Pembuatan Paspor Bebas Antre

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: detikINET/Adi Fida Rahman Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Jakarta - Selama ini kita harus datang pagi-pagi ke Kantor Imigrasi demi mendapat antrean pembuatan paspor. Tapi semenjak ada aplikasi ini hal tersebut tidak terjadi lagi.

Saksikan video 20detik tentang Aplikasi Antre Imigrasi di sini:


Nama aplikasi tersebut Antrian Paspor. Pembuatnya adalah Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Jadi dengan aplikasi ini kita dapat mengambil antrean secara online. Sehingga dapat menghemat waktu dan lebih memudahkan. Lantas bagaimana menggunakannya?

Terlebih dulu kita harus mendownload aplikasi Antrian Paspor. Sayangnya saat ini baru tersedia di Play Store. Semoga saja segera dihadirkan di platform iOS.

Setelah terinstal, jalankan aplikasi Antrian Paspor. Kita akan disambut halaman muka yang mirip tampilan cover buku paspor.

Ada sejumlah tombol di sana. Tekan tombol Persyaratan atau Panduan dan Cara Pemakaian untuk mengetahui lebih detail soal aplikasi tersebut serta proses pembuatan paspor.

Aplikasi ini Bikin Pembuatan Paspor Bebas AntreFoto: detikINET/Adi Fida Rahman


Untuk mengambil antrean, kita pilih tombol Masuk. Seketika kita akan masuk ke layar Login. Bagi kamu yang belum registrasi, pilih Daftar, lalu ikuti langkah berikut:

1. Isikan username dan password yang diinginkan.
2. Masukkan nomor induk keluarga (NIK), nomor telepon, email dan alamat.
3. Jika sudah terisi semua, tekan Daftar.

Bila sukses, kita akan dihantar kembali ke layar login. Masukan username dan password yang sudah dibuat sebelumnya. Selanjutnya lakukan tahapan berikut ini:

Aplikasi ini Bikin Pembuatan Paspor Bebas AntreFoto: detikINET/Adi Fida Rahman


1. Pilih kantor imigrasi. Saat ini hanya tersedia tiga pilihan, semuanya berada di area Kantor Imigrasi Jakarta Selatan.

2. Setelah memilih kantor imigrasi, selanjutnya mengisi Form Permohonan

- Isi tanggal kedatangan. Kita dapat memilih tanggal sehari setelah pendaftaran.
- Pilih opsi waktu yang tersedia. Ketika sudah dipilih, aplikasi ini akan memperlihatkan kuota tersisa. Bila 0, artinya kita harus memilih opsi waktu atau hari lainnya.
- Masukan email
- Masukan jumlah pemohon dengan men-scroll angka.
- Pada bagian Data Pemohon, kita diminta untuk memasukkan sejumlah informasi pemohon. Bila jumlah pemohon lebih dari satu, kita harus memasukkan datanya satu per satu. Adapun caranya tekan Masukan Data Pemohon 1, lalu masukan nama, NIK dan keterangan status hubungan. Setelahnya tekan Simpan.

- Setelah data terisi semua, tekan Lanjut. Akan muncul pop-up yang menanyakan apakah setuju membuat permohonanan di tanggal yang telah dipilih. Pilih Setuju.
- Seketika kita akan mendapat data antrean. Tekan selesai.

Data antrean itu dapat dilihat pada bagian Jadwal di layar utama. Posisinya ada di bagian paling bawah. Tekan pada jadwal tersebut, akan muncul barcode untuk ditunjukan ke petugas.

Aplikasi ini Bikin Pembuatan Paspor Bebas AntreFoto: detikINET/Adi Fida Rahman


Selanjutnya kamu tinggal datang ke Kantor Imigrasi Jakarta Selatan sesuai dengan hari dan jam yang telah dipilih. Setibanya di sana, tunjukan barcode ke petugas bagian pengambilan nomor antrian untuk dicetakkan nomor urut panggilan.

Tunggu hingga nomor urut kita dipanggil, lalu serahkan semua berkas yang disyaratkan diikuti melakukan pembayaran. Selesai, kita tinggal menunggu hingga pembuatan paspor rampung.

Untuk memantau proses pembuatan paspor, kita dapat mengecek melalui WhatsApp ke Kantor Imigrasi. Cukup ketik nomor permohonan paspor, lalu kirim ke nomor 081381710123.

Pengalaman detikINET, proses pembuatan paspor hanya membutuhkan waktu 15 menit saja. Datang tepat pukul 08.00 WIB, semua proses selesai pada pukul 08.15 WIB.

Semoga saja Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM memperluas penerapan aplikasi Antrian Paspor di seluruh Indonesia. Sehingga masyarakat kian dimudahkan membuat paspor tanpa perlu datang pagi-pagi untuk berebut nomor antrean. (afr/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Minggu, 27 Mei 2018 20:10 WIB
    Go-Jek kini telah resmi hadir di Gorontalo. Kehadiran layanan ini melalui kemitraan dengan para pengemudi becak motor atau yang sering disebut dengan bentor.
  • Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Minggu, 27 Mei 2018 19:03 WIB
    Jutaan pengguna WhatsApp tak bisa menggunakan layanan chat milik Facebook tersebut. Kebijakan pemblokiran ini diberlakukan bagi pengguna di bawah 16 tahun.
  • Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Minggu, 27 Mei 2018 17:07 WIB
    Seri M bisa dibilang adalah lini kamera jagoan buatan Leica. Umurnya pun terbilang panjang, seperti seri M7, yang pertama dirilis pada 2002 silam.
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.