Dilarang Main Twitter, Donald Trump Rilis Truth Social

Dilarang Main Twitter, Donald Trump Rilis Truth Social

Agus Tri Haryanto - detikInet
Minggu, 24 Okt 2021 06:26 WIB
Donald Trump kini dijerat kasus pajak usai lolos dari pemakzulan, bagaimana perkembangan penyelidikannya?
Dilarang Main Twitter, Donald Trump Rilis Truth Social. Foto: BBC World
Jakarta -

Rindu akan bermain media sosial, mantan Presiden AS Donald Trump meluncurkan platform pesaing Twitter bernama Truth Social.

Trump yang sangat kerajingan bermain di dunia maya ini harus menelan pil pahit setelah diblokir Facebook, Twitter, hingga YouTube. Perkaranya, Trump pasca ia secara terang-terangan mendukung aksi kerusuhan yang terjadi di Gedung Capitol pada Januari lalu.

Dikutip dari Mashable, Sabtu (23/10/2021) Truth Social ini merupakan proyek pertama yang dilahirkan Trump Media & Technology Group (TMTG). Truth Social versi beta direncanakan meluncur November ini yang kemudian meluas cakupannya di AS pada awal 2022.

"Saya senang akan meluncurkan Truth Social segera," ungkap Donald Trump.

"TMTG didirikan dengan misi untuk memberikan suara kepada semua orang. Saya bersemangat untuk segera mulai membagikan pemikiran saya tentang Truth Social dan untuk melawan raksasa teknologi," kata Trump.

Berdasarkan tampilan Truth Social yang diperlihatkan TMTG di App Store, medsos besutan Trump tersebut tampak mirip dengan platform kesukaan sebelumnya, yaitu Twitter.

Tahap awal, yang bisa mengakses Truth Social hanya tamu undangan yang sudah mendapatkan pre-order. Adapun, layanan medsos Truth Social gratis dan terbuka, walau dilarang ada pengguna mengejek situs tersebut.

Tak hanya terjun di dunia media sosial, TMTG juga rupanya bermaksud untuk menyasar layanan video on demand yang disebut-sebut namanya TMTG+. Seiring pengembangan tersebut, perusahaan juga melakukan pengajuan publik untuk merek datang Truth Social.

Saat ini, Donald Trump berusaha agar bisa kembali eksis dan diizinkan main Twitter, Facebook, maupun Youtube lagi usai melanggar hak amandemen Pertama konstitusi AS pasca kerusuhan Gedung Capitol.

Pria berambut pirang ini mengajukan tuntutan hukum kepada ketiga perusahaan teknologi tersebut dampak dari pencekalan dirinya untuk punya akun di Twitter, Facebook, dan YouTube.



Simak Video "Donald Trump Luncurkan Media Sosial Sendiri"
[Gambas:Video 20detik]
(/)