Dear Penyebar Kebencian, Tidak Ada Tempat Untukmu di Twitter!

Dear Penyebar Kebencian, Tidak Ada Tempat Untukmu di Twitter!

Aisyah Kamaliah - detikInet
Jumat, 17 Sep 2021 16:16 WIB
Poster
Dear Kelompok Penyebar Kebencian, Tidak Ada Tempat Untukmu di Twitter! (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Twitter mengaku tidak memberi ruang pada kelompok penyebar kebencian di platformnya. Tidak ada kata ampun untuk hal yang seperti ini. Demikian disampaikan oleh Yoel Roth, Global Head of Site Integrity Twitter.

Dalam acara konferensi pers terkait acara edukasi 'Manipulasi Platform dan Operasi Informasi', Jumat (18/9/2021), coordinated manipulation atau manipulasi yang terkoordinasi untuk mengganggu keamanan dan kebebasan percakapan di Twitter adalah salah satu hal melanggar kebijakan platform.

"Ini hal paling top dari kebijakan kami, orang yang memakai akun Twitter untuk mengganggu percakapan dengan spamming sehingga terlihat pemikiran mereka lebih populer dari yang sebenarnya," ujar Roth.

Manipulasi yang terkoordinasi bisa diartikan dua hal, pertama sekelompok orang yang bekerjasama membangun percakapan tidak baik di Twitter dan melanggar kebijakan dan yang kedua sejumlah akun fake yang dimiliki oleh satu orang dengan tujuan serupa.

"Paling kompleks dan paling penting, multi akun Twitter yang dioperasikan oleh satu orang bisa melanggar aturan Twitter apabila dipakai untuk membangun engagement yang tidak baik bagi lingkungan Twitter atau untuk melanggar aturan Twitter," katanya.

Tapi Twitter tentu sudah memberikan solusi dari masalah ini sehingga tidak ada lagi ruang bagi para penghasut dan penyebar kebencian. Ketika ada satu orang yang membuat sejumlah akun memakai email atau nomor HP yang sama, Twitter bisa mendeteksi ini.

Dilihat dari perilakunya, tipe akun-akun ini biasanya saling menjawab cuitan satu sama lain yang mendukung satu argumen yang sama. Dengan kata lain, akun-akun (yang sebenarnya dari satu orang yang sama) ini adalah bentuk dari coordinated group yang dilarang Twitter.

"Tapi tidak semua kelompok yang terkoordinasi itu buruk. Banyak orang bekerjasama untuk menyampaikan pesan penting. Dalam kasus ini, ini bukan kordinasi yang kami larang. Yang menghubungkan satu sama lain atau untuk merayakan sesuatu tidak melanggar aturan kami," sampai Roth.

"Namun bila ada bukti kordinasi teknikal, ini dilarang," tandasnya.



Simak Video "Usai Dibui 10 Bulan, Gus Nur Akhirnya Bebas"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)