WhatsApp Kedapatan Permak Tampilan Pesan Audio

WhatsApp Kedapatan Permak Tampilan Pesan Audio

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jumat, 27 Agu 2021 13:02 WIB
Womens hand typing on mobile smartphone, Live Chat Chatting on application Communication Digital Web and social network Concept. Work from home.
Ilustrasi WhatsApp. Foto: Getty Images/iStockphoto/oatawa
Jakarta -

WhatsApp mulai memodifikasi tampilannya agar tidak terlihat jadul dan kalah menarik dari kompetitornya. Langkah ini sudah dimulai dengan mengubah tampilan pesan audio.

Sejumlah pengguna versi beta v2.21.13.17 melaporkan adanya perubahaan pada pesan audio yang mereka kirimkan. Kini pesan suara ditampilkan dalam bentuk gelombang, seperti Telegram, Facebook Messenger, dan iMessage.

Namun beberapa pengguna mengaku tidak bisa memajukan ataupun memundurkan pesan audio. Sehingga mereka terpaksa mendengarkan dari awal hingga akhir.

Itu mungkin alasan mengapa WhatsApp memutuskan untuk menarik tampilan untuk saat ini. Karena ketika pengguna hendak mengirimkan pesan audio, tampilannya kembali ke semula.

tampilan pesan audio WhatsApptampilan pesan audio WhatsApp Foto: Android Police

Sebelumnya laman WABetaInfo menemukan perubahan antarmuka masuk lainnya dalam versi Whatsapp versi beta. Saat mengirim pesan suara, pengguna akan melihat pratinjau bentuk gelombang saat berbicara. Ini dapat memberi pengguna kepastian bahwa mikrofon merekam apa yang mereka katakan dengan benar.

WhatsApp belum buka suara terkait perubahan tersebut. Namun kehadirannya bakal menambah deretan fitur baru yang disiapkan aplikasi pesan kepunyaan Facebook itu.

WhatsApp disebut tengah menguji fitur ini di sejumlah kecil penggunanya. Hal tersebut terlihat dari tangkapan layar yang menunjukkan seorang pengguna menerima notifikasi saat mendapat reaksi, hanya saja ia perlu memperbarui versi WhatsAppnya terlebih dahulu.

Sayangnya, kita tentu tak bisa mengetahui kapan fitur ini akan tersedia secara luas. Atau apakah fitur ini benar-benar akan dirilis ke publik, karena WhatsApp bisa aja sekadar menguji fiturnya tanpa kemudian merilisnya ke publik.

Tapi besar kemungkinan fitur ini akan ditambahkan ke dalam WhatsApp dalam pembaruan yang selanjutnya. Cara memakainya pun mungkin akan serupa dengan cara memberikan reaksi di Facebook Messenger.

Yaitu pengguna tinggal menekan agak lama pada pesan yang mau diberi reaksi, dan memilih jenis emoji yang akan dikirimkan. Jadi pengguna tak perlu mengirimkan emoji secara terpisah, seperti me-reply pesan dengan menggunakan emoji atau malah menggunakan kata-kata.

Sebelumnya diberitakan, WhatsApp akan mengulirkan banyak fitur baru pada aplikasinya dalam beberapa bulan ke depan. Namun fitur-fitur tersebut tidak akan dicicipi sejumlah handphone (HP) karena sudah tak bisa menggunakan WhatsApp lagi per 1 November.

Aplikasi pesan instan ini telah membagikan daftar perangkat iOS dan Android yang tak bisa menikmati layanannya pada November nanti di laman resminya

Secara umum, perangkat yang terpengaruh adalah perangkat dengan sistem operasi yang sama dengan atau lebih rendah dari Android 4.0.3 . Atau, untuk iPhone , perangkat dengan iOS 9 dan versi lebih lama.



Simak Video "WhatsApp-Instagram-Facebook Tumbang!"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)