TikTok Mau Berantas Pelecehan Seksual Anak

TikTok Mau Berantas Pelecehan Seksual Anak

Josina - detikInet
Kamis, 06 Mei 2021 13:14 WIB
TikTok
Foto: Unsplash/Kon Karampelas
Jakarta -

Pada tahun 2020 TikTok menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh bahkan menurut data App Annie TikTok telah mengalahkan sang raja media sosial Facebook.

Sebagai informasi kebanyakan pengguna TikTok adalah kalangan anak-anak muda. Di tahun 20201 data dari Statista memperkirakan ada 25% pengguna TikTok dengan kelompok usia 10 hingga 19 tahun.

Kelompok inilah yang menjadi sumber kehidupan bagi TikTok di mana mereka telah membuat beberapa video dengan mengesankan dan membuat TikTok semakin populer. Maka tak heran dengan jika TikTok mengambil tindakan langkah untuk melindungi kalangan anak-anak muda ini.

Dilansir detiKINET dari Engadget, Kamis (6/5/2021) TikTok mengumumkan telah bergabung dengan Technology Coalition yang merupakan sebuah organisasi yang mencakup orang-orang seperti Apple dan Google dan bekerja untuk melindungi anak-anak dari eksploitasi dan pelecehan seksual secara online.

"Kami berharap untuk memperdalam pendekatan berbasis bukti kami untuk intervensi dan menyumbangkan pembelajaran unik kami dari menangani keselamatan dan eksploitasi anak," Jelas alasan TikTok bekerja dengan Technology Coalition.

Sebagai bagian dari langkah tersebut, TikTok akan bergabung dengan dewan organisasi dan beberapa komite yang didedikasikan untuk mendorong perlindungan bagi anak-anak. Bekerja dengan para ahli tentang masalah yang mempengaruhi aplikasinya telah menjadi pendekatan utama TikTok untuk mengatasi masalah seperti pelecehan anak online.

Sebagai salah satu contoh baru-baru ini, perusahaan tersebut mengumumkan di awal tahun akan bekerja dengan National Eating Disorders Association untuk mempromosikan inklusivitas tubuh.

Dengan pengumuman tersebut, TikTok juga menunjukkan beberapa pengamanan yang dimilikinya untuk melindungi anak di bawah umur. Secara default, akun individu yang berusia antara 13 dan 15 disetel ke pribadi dan hanya orang yang berusia di atas 16 tahun yang dapat menggunakan fitur layanan live streaming dan perpesanan langsung aplikasi.

Perusahaan memperkenalkan banyak dari langkah-langkah itu setelah Komisi Perdagangan Federal (FTC) AS mendenda USD 5,7 juta pada tahun 2019.

Saat itu, FTC mengatakan TikTok gagal menangani data anak-anak dengan baik. Tidak ada garis akhir dalam hal melindungi komunitas TikTok.

"Kami bekerja setiap hari untuk belajar, beradaptasi, dan memperkuat kebijakan dan praktik kami untuk menjaga komunitas kami aman dan kami berharap dapat membangun semua upaya ini melalui kemitraan kami dengan Technology Coalition," lanjut TikTok.



Simak Video "TikTok Cash Diblokir Kominfo!"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)