Dear PSSI, Ayo Cek Aplikasi Sepakbola Bolasoft dari Purwokerto - Halaman 2

Dear PSSI, Ayo Cek Aplikasi Sepakbola Bolasoft dari Purwokerto

Arbi Anugrah - detikInet
Kamis, 25 Mar 2021 07:46 WIB
Aplikasi Bolasoft Indonesia dari Purwokerto buatan dosen Universitas Amikom Purwokerto, Trias Bratakusuma, untuk pembinaan di sekolah sepakbola
Aplikasi Bolasoft Indonesia untuk pelatihan sepakbola usia dini (Arbi Anugrah/detikcom)

Aneka fitur aplikasi Bolasoft Indonesia

Aplikasi Bolasoft Indonesia dari Purwokerto buatan dosen Universitas Amikom Purwokerto, Trias Bratakusuma, untuk pembinaan di sekolah sepakbolaAneka fitur aplikasi Bolasoft Indonesia (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)

Aplikasi Bolasoft Indonesia menyabet juara 3 lomba Kreativitas dan Inovasi (Krenova) Kabupaten Banyumas dari kategori aplikasi. Aplikasi ini punya menu manajemen liga. Bahkan telah digunakan pada Liga Bawor usia 17 dan usia 19 yang dilaksanakan oleh Paguyuban SSB se-Jawa Tengah bagian barat serta Jambore Sepakbola Anak (JSA) Seri Nasional pada 2019 lalu.

"Yang pernah dilaksanakan itu Liga Bawor dan JSA Seri Nasional yang lokasinya pindah-pindah, data sudah ada, itu yang penting dan hasil pertandingan. Hasil akhirnya, klasemen mereka tinggal lihat saja, termasuk data susunan pemain sudah diinput semuanya di sini," jelasnya.

Siswa yang sudah diinput dalam satu SSB, tidak bisa di input oleh SSB lain untuk menghindari praktek asal comot pemain. Saat hendak diadakan pertandingan antar SSB, data tersebut nantinya akan disamakan langsung, termasuk scan wajahnya, sehingga menghindari kasus joki pemain.

"Ketika akan pertandingan, dari data data itu kita buatkan kartu pemain yang ada QR code, kartu discan dan juga ada scan wajah. Kalau tidak sesuai dengan fotonya, dia akan ditolak," ucapnya.

Semua kegiatan turnamen juga diatur oleh sistem. Pemain yang telah bertanding dapat diganti dengan pemain lain, sehingga fisik antar pemain terjaga. Meskipun demikian, aplikasi Bolasoft Indonesia disebut Brata masih harus terus dikembangkan untuk data skill hingga performa tiap pemain.

"Arahan pengembangannya kesana nantinya, jadi nantinya ada peringkat tiap siswa saat latihan. Data itu akan terinput semua diaplikasi ini, dan itu hanya per SSB. Sekarang (pengembangan) sudah 75 persen, ke depannya ada rangking per siswa," ujarnya.

Dia menjelaskan jika saat ini aplikasi Bolasoft Indonesia telah digunakan oleh 51 SSB di wilayah Jateng Barat yang tergabung dalam 14 paguyuban dengan jumlah siswa yang mencapai lebih dari 1.000 orang.

Bagi SSB yang ingin menggunakan aplikasi ini tidak perlu membayar. Bagi mereka yang ingin menggunakan aplikasi ini tinggal mendaftar, login dan input data siswanya.

Di Indonesia sendiri, menurut Brata belum ada aplikasi seperti Bolasoft Indonesia. Dia menyebut jika hampir rata-rata aplikasi yang ada tersebut masih informasi berita seputar sepakbola atau pendaftaran sepakbola.

"Terbatas hanya sampai pelaksanaan turnamen, tapi bukan bagaimana mengatasi permasalahan yang ada di usia dini," tuturnya.

Brata berharap implementasi teknologi untuk memperbaiki sepakbola usia dini di Indonesia dapat dilirik oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Hal tersebut untuk memperbaiki sistem pendataan pemain hingga ke tingkat bawah yang saat ini belum dilakukan secara terpusat.

"Harapannya dari PSSI dapat melihat aplikasi ini dan menerapkannya ke asosiasi di bawahnya untuk pendataan pemain hingga tingkat SSB. Yang terjadi sekarang Askab saja tidak punya data pemain dan SSB," jelasnya.

Halaman selanjutnya: dipakai PSIS Semarang...