Perhatian! WhatsApp Akan Tarik Uang dari Pengguna

Perhatian! WhatsApp Akan Tarik Uang dari Pengguna

Virgina Maulita Putri - detikInet
Jumat, 23 Okt 2020 11:10 WIB
WhatsApp Business
WhatsApp Akan Tarik Uang dari Pengguna WhatsApp Business (Foto: olhardigital)
Jakarta -

WhatsApp akan berencana untuk menarik uang dari pengguna WhatsApp Business. Layanannya nanti tidak lagi 100% gratis. Platform milik Facebook tersebut akan mengharuskan perusahaan dan bisnis kecil yang menjadi penggunanya untuk membayar jika ingin menggunakan beberapa layanannya.

Kebijakan baru ini diumumkan bersamaan dengan diluncurkannya beberapa fitur baru WhatsApp Business yaitu layanan hosting, fitur Shopping yang lebih luas, membantu mitranya mengelola pesan, inventaris, dan lain-lain.

Dikutip detikINET dari Reuters, Jumat (23/10/2020) Chief Operating Officer WhatsApp Matt Idema mengatakan fitur Shopping tersebut akan mulai digulirkan tahun ini. Sedangkan layanan hosting pesan baru tersedia tahun 2021.

Idema mengatakan WhatsApp akan menawarkan layanan hosting secara gratis untuk menarik konsumen bisnis baru yang ingin menjajal fitur ini. Setelahnya WhatsApp akan menarik biaya 0,5 sen hingga 9 sen untuk tiap pesan yang dikirimkan.

Pemiliki akun WhatsApp Business bisa membayar untuk mengirimkan jenis pesan tertentu, seperti boarding pass atau struk belanja. Tapi biaya yang dipasang tergantung pada wilayah dan jumlah pesan yang dikirim.

Layanan baru WhatsApp BusinessLayanan baru WhatsApp Business Foto: WhatsApp

Facebook tidak memberikan detail lebih lanjut tentang layanan lainnya yang akan diubah menjadi layanan berbayar, atau berapa harga yang akan ditetapkan.

WhatsApp Business sendiri memiliki jumlah pengguna yang cukup sedikit dibandingkan jumlah pengguna WhatsApp. Idema mengatakan saat ini WhatsApp Business memiliki puluhan ribu pengguna dan lebih dari 175 juta orang berinteraksi dengan akun bisnis di WhatsApp.

"Pendapatannya kecil saat ini, jika dibandingkan dengan Facebook secara keseluruhan, tapi kami pikir peluangnya cukup besar," kata Idema.

Idema mengatakan chat dengan akun bisnis menggunakan layanan hosting baru akan disimpan di tempat lain dan tidak dilindungi oleh enkripsi end-to-end milik WhatsApp. Informasi ini akan diberitahu kepada pengguna sebelum mereka memulai chat.

Sejak mengakuisisi WhatsApp pada tahun 2014 dengan mahar USD 16 miliar, Facebook memang kesulitan mendapatkan cuan dari aplikasi messaging ini. Selama ini pendapatan mereka bergantung pada iklan di Facebook dan Instagram.

Facebook mengatakan mereka akan menggunakan sebagian pendapatan dari WhatsApp Business untuk terus menawarkan layanan gratis kepada lebih dari dua miliar pengguna WhatsApp.



Simak Video "WhatsApp Luncurkan Fitur Baru Lagi: Hapus Chat dalam 7 Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)