Twitter Akan Tandai Akun dan Media Terkait Pemerintah

Twitter Akan Tandai Akun dan Media Terkait Pemerintah

Josina - detikInet
Jumat, 07 Agu 2020 22:40 WIB
LONDON, ENGLAND - NOVEMBER 07:  In this photo illustration, the Twitter logo and hashtag #Ring! is displayed on a mobile device as the company announced its initial public offering and debut on the New York Stock Exchange on November 7, 2013 in London, England. Twitter went public on the NYSE opening at USD 26 per share, valuing the companys worth at an estimated USD 18 billion.  (Photo by Bethany Clarke/Getty Images)
Twitter Akan Labeli Akun Pemerintah dan Media yang Terafiliasi Negara. (Foto: GettyImages)
Jakarta -

Twitter ingin memudahkan penggunanya untuk mengidentifikasi akun resmi miliki pemerintah dan media yang berafiliasi dengan negara.

Perusahaan yang dipimpin oleh Jack Dorsey ini akan mulai menambahkan label ke akun Twitter yang dimiliki oleh pejabat pemerintah atau media yang didukung negara.

"Akun pejabat pemerintah utama, termasuk menteri luar negeri, entitas kelembagaan, duta besar, juru bicara resmi dan pemimpin diplomatik utama. Dan fokusnya adalah pada pejabat senior dan entitas yang merupakan suara resmi negara di luar negeri" kata Twitter yang dilansir detikINET dari Engadget.

tampilan label akun twitterTwitter Akan Labeli Akun Pemerintah dan Media yang Terafiliasi Negara Foto: Twitter

Awalnya, pelabelan ini hanya akan mencakup untuk pejabat dari Amerika Serikat, Inggris,Rusia, China dan Prancis. Namun Twitter mengatakan akan memperluas fitur tersebut ke lebih banyak negara di masa mendatang. Fitur label ini sudah mulai dirilis, nantinya mulai muncul di setiap akun profil dan dalam tweet yang diposting.

Untuk media yang berafiliasi dengan negara, Twitter akan memberi label akun resmi untuk nama media tersebut, serta akun pribadi yang menjabat menjadi pimpinan redaksi atau staf senior.

"Perusahaan mendefinisikan media pemerintah sebagai saluran di mana negara mengontrol konten editorial melalui sumber keuangan, tekanan politik langsung atau tidak langsung, dan / atau kontrol atas produksi dan distribusi," tambah Twitter.

Selain itu, dengan akun dengan diberikan pelabelan kepada media yang berafiliasi dengan negara, maka label ini tidak akan muncul lagi di rekomendasi Twitter.



Simak Video "Bos Twitter akan Uji Coba Layanan Berbayar di Platform-nya"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/jsn)