Selasa, 18 Feb 2020 18:46 WIB

Google Gandeng Ditjen Pajak Bikin Aplikasi Primer

Aisyah Kamaliah - detikInet
Pajak dan keuangan kini bisa dipelajari netizen lewat aplikasi. Google, Ditjen Pajak dan Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) membuat Acara Grow With Google luncurkan aplikasi Primer, kolaborasi dengan Ditjen Pajak dan Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Google Gandeng Ditjen Pajak Bikin Aplikasi Primer (Foto: Aisyah Kamaliah/detikcom)
Jakarta -

Pajak dan keuangan kini bisa dipelajari netizen lewat aplikasi mobile. Google, Ditjen Pajak dan Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) membuat aplikasi Primer.

Google, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) beserta Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) kerja sama membangun platform modul keuangan Primer. Aplikasi seluler ini menawarkan pelajaran mudah untuk memahami persoalan bisnis dan keterampilan pemasaran digital.

"Google membuat Primer. Ada 127 pelajaran dengan Bahasa Indonesia membahas bisnis, dan sudah lebih dari 3 juta orang mendownload aplikasi ini," kata Randy Mandrawan Jusuf Managing Director Google Indonesia saat acara Grow with Google, di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2020).

Disampaikan Randy pelajaran mengenai pajak kini juga sudah tersedia di aplikasi Primer. Terutama soal kewajiban pajak lewat cara yang mudah dipahami pelaku UMKM. Ia pun mengatakan ke depannya, pelajaran bisnis ini rencananya tidak hanya akan dilakukan lewat aplikasi tapi juga secara tatap muka dan di rencanakan akan dilaksanakan bulan depan.


Jason Tedjasukmana Head of Corporate Communication Google Indonesia menambahkan, "Kita melihat ini sebagai salah satu cara membantu Direktorat Jendral Pajak dengan khusus buat UMKM karena barangkali mereka ada kesulitan untuk memahami kesulitan kewajiban bisnisnya. Maka kami mengemas ini lumayan simpel."

Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa apa yang Google ingin sampaikan kepada publik sejalan dengan apa yang akan DJP akan lakukan. Menurutnya ada dinamika di Indonesia.

Suryo menilai masyarakat bergerak lebih cepat. Kedua, masyarakat Indonesia ingin mendapatkan penghasilan lebih. Ketiga, butuh saluran pengembangan diri dan keempat ada saluran untuk menyalurkan pajak.

"Saya sampaikan mencari penghasilan itu keniscayaan, membayar pajak ke Indonesia juga keniscayaan. Nah kita mencari solusi untuk memudahkan. Ke depan kami menginginkan sinergi karena digital is a must, yang ingin kami bangun adalah engagement," ucapnya menyudahi pembicaraan.

Google Gandeng Ditjen Pajak Bikin Aplikasi Primer



Simak Video "Bantu Tingkatkan Kesadaran Pajak UMKM, Kemenkeu Apresiasi Google"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)